• Selasa, 29 November 2022

KPPI Lampung Ingin Tingkatkan SDM Perempuan Dalam Dunia Politik

Kamis, 24 November 2022 - 18.50 WIB
46

Acara LAdA DAMAR Dialog Publik untuk Keterpilihan Perempuan di Pemilu Legislatif 2024, di Hotel Bukit Randu, Kamis (24/11/2022). Foto: Muhaimin/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Lampung ingin tingkatkan SDM perempuan terkhusus dalam dunia politik.

Ketua DPD KPPI Lampung, Nenden Tresnanursari mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan elite partai pria untuk memberikan dukungan terhadap politisi perempuan.

"Kita melakukan pelatihan dukungan parpol kepada elite partai pria, yang kedua kita sudah ke parpol tapi belum semua, baru ke parpol besar yang ada di Lampung, antara lain PDIP, Gerindra, Golkar, PAN, PPP, Nasdem Demokrat, dan PKS," kata Nenden saat acara LAdA DAMAR Dialog Publik untuk Keterpilihan Perempuan di Pemilu Legislatif 2024, di Hotel Bukit Randu, Kamis (24/11/2022).

Nenden mengungkapkan, saat ini dalam DPRD Provinsi Lampung masih belum memenuhi keterwakilan 30 persen perempuan.

"Kalau di Provinsi (DPRD) itu masih 20 persen (keterwakilan perempuan)," ujarnya.

Ia juga menuturkan, sejauh ini baru 17 orang politisi perempuan DPRD Provinsi Lampung dari total 85 orang. "Minimal untuk lebih dari 30 persen itu 27 orang," imbuhnya.

Ia berharap pada pemilu 2024, kuota 30 persen perempuan ini dapat terpenuhi.

"Kalau KPPI mendesak, mengajak, memotivasi perempuan untuk berkompetisi pada pemilu 2024 nanti," jelasnya.

Wakil Gubernur Provinsi Lampung, Chusnunia menyampaikan, perempuan memiliki hak yang sama dan tidak ada bedanya dengan laki-laki.

Nunik sapaan akrabnya memberikan, tips untuk bisa mendapatkan dukungan publik. Ia membagi dalam tiga tahap. 

Pertama adalah ruang perempuan untuk investasi di dalam partai, terkhusus para perempuan dalam partai politik akan ada resiko. 

"Pertama tidak menjadi orang yang diprioritaskan, hal ini sudah wajar. Karena, ada orang yang investasi terlebih dahulu," ucapnya.

Berikutnya ia menuturkan, dalam dunia politik harus menunjukan profesionalisme. 

"Ketika ada yang tidak melalui gerbang tersebut tapi bisa jadi prioritas maka akan ada faktor lain, misalnya parpol kekurangan calon untuk kursi. Faktor lain bisa menjadi prioritas mempunya hubungan darah dengan ketua atau pengurus parpol, itu biasanya bisa lewat hubungan darah jika tidak punya maka harus lewat investasi dan pengabdian," tuturnya.

Bagi perempuan, strugle pada gerbang awal itu menjadi penentu, kalau tidak melalui proses tersebut, perempuan hanya menjadi pelengkap.

Ia berpesan, perempuan juga harus memiliki kemampuan yang bisa berasal dari mana saja dan dapat dipelajari. Saat merasa tidak memiliki kemampuan maka harus ada kemauan yang keras agar bisa memiliki tujuan.

Terakhir menurutnya adalah sebuah konsistensi, harus konsisten jangan sampai ada keraguan dalam diri. "Jangan maju mundur, harus konsisten," tandas Nunik. (*)

Video KUPAS TV : Pengelolaan APBD Lampung Timur Rawan Penyimpangan