• Senin, 28 November 2022

Ratusan Massa AP2DB Unjukrasa di Pemkab Lamtim

Senin, 21 November 2022 - 18.07 WIB
56

Ratusan massa Aliansi Perangkat Pemerintah Desa Bersatu (AP2DB) saat berunjuk rasa di gedung Pemkab Lampung Timur. Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Ratusan masyarakat Lampung timur yang bertugas di kelembagaan desa melakukan aksi unjukrasa di halaman kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur, Senin (21/11/2022).

Dari pantauan Kupastuntas.co, ratusan anggota kelembagaan desa yang tergabung dalam Aliansi Perangkat Pemerintahan Desa Bersatu (AP2DB) menggeruduk gedung kantor Pemkab tersebut melakukan unjukrasa berkaitan dengan dana Penghasilan Tetap (Siltap) Perangkat Desa yang hingga kini tak kunjung cair.

Sekitar pukul 09.10 WIB, puluhan personel gabungan TNI, Polri dan Satpol-PP melakukan pengamanan ekstra direncana lokasi unjukrasa.

Orator aksi damai Ibrahim mengatakan, ratusan anggota kelembagaan desa dari berbagai Kecamatan se-Kabupaten setempat menuntut atas belum dibayarkannya Siltap perangkat desa yang sebelumnya tidak full, sementara yang lainnya juga menuntut insentif lembaga BPD, Linmas, LPM, RT dan Operator desa.

Dalam aksinya, sambil membawa spanduk berbagai aspirasi atas keluhan masyarakat dilontarkan, pengunjuk rasa juga meminta Bupati Lampung Timur mundur dari jabatannya.

"Tuntutan masa AP2DB di Kabupaten Lampung Timur ini, yang pertama. Kami meminta bapak Bupati Lampung Timur melaksanakan Peraturan Bupati Lampung Timur No. 02 tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Alokasi Dana Desa ADD tahun 2022," terangnya dalam orasi tersebut.

"Kemudian, kami menolak revisi peraturan Bupati No. 2 Tahun 2022, ketiga, segera bayarkan insentif Lembaga BPD, RT, Linmas, LPM, dan Operator Desa 8 bulan secara penuh," imbuhnya. 

Ibrahim mengutarakan agar Siltap bulan Oktober hingga Desember dapat dibayarkan sesuai kesepakatan yang sebelumnya telah disampaikan Bupati kepada Inspektur Jendral Kementerian Dalam Negeri hingga munculnya surat bernomor Induk Perangkat Desa (NIPD).

"Kami meminta bupati untuk menemui kami semua disini, karena kami kesini ingin meminta hak kami yang belum terbayarkan. Kami akan menunggu bupati untuk menemui massa aksi. Kami meminta bupati Lampung Timur langsung yang menemui kami disini. Kami akan tunggu bupati sampai sore ini," ujarnya. 

"Kami sudah menjalankan tugas kami, dan kami meminta hak kami. Kalau memang tidak sanggup, silahkan mundur dari jabatan, biar kami yang muda-muda ini saja yang mengerjakan tugas itu," teriak Ibrahim. (*)