Dihantam Hujan Deras, Sejumlah Fasilitas di Kebun Raya Liwa Rusak Parah
Kondisi fasilitas toilet di KRL yang nyaris ambruk. Foto: Echa/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Akibat di guyur hujan
dengan intensitas yang cukup tinggi,
sejumlah fasilitas di Kebun Raya Liwa (KRL) mengalami kerusakan yang
cukup parah, bahkan beberapa titik bangunan sudah mengalami keretakan dan
amblas. Senin (7/10/2022).
Beberapa titik bangunan yang mengalami kerusakan
diantaranya toilet, dinding gedung hingga sejumlah pondasi penahan tanah
terancam amblas karena tingginya curah hujan yang terjadi sejak beberapa waktu
lalu hingga menyebabkan pergeseran lempeng tanah.
Berdasarkan pantauan Kupastuntas.co dilokasi toilet yang
selama ini digunakan oleh pengunjung tidak lagi dapat dipakai, sebab lapisan
bawah tanah yang menopang bangunan toilet sudah amblas bahkan pipa tempat
pembuangan sudah terlihat di bagian bawah bangunan.
Selanjutnya dibeberapa bangunan pondasi batuan yang
digunakan sebagai material sudah terbuka dan lepas dari penyangganya, kurang
lebih sepanjang 50 meter pondasi terancam amblas, padahal pondasi tersebut
berfungsi sebagai penahan gedung pusat Kebun Raya Liwa.
Bagian dinding gedung juga sudah mengalami keretakan
karena tak mampu menahan bagian bangunan yang lain, sehingga di khawatirkan
akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah apabila tidak segera dilakukan
penanganan terhadap sejumlah titik bangunan tersebut.
Sementara itu Kepala UPTD Pengelolaan Kebun Raya Liwa
Khoirul Ummur mengungkapkan bahwa kerusakan sudah terjadi sejak dua minggu
terakhir karena tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah setempat sejak
beberapa waktu lalu hingga hari ini.
"Penyebab terjadinya longsor atau pergeseran tanah
dibagian kiri gedung ini atau tepatnya di fasilitas toilet ini terjadi akibat
tingginya curah hujan, ada beberapa fasilitas juga yang terancam seperti taman
hias juga terjadi pergeseran tetapi memang sudah lama yang baru bagian gedung
ini," katanya.
Khoirul pun menambahkan hingga saat ini belum ada upaya
penindakan yang dilakukan, namun pihaknya telah menyampaikan laporan
kejadian ke beberapa instansi yang
menurut pihaknya harus mengetahui kondisi yang ada di salah satu objek wisata
unggulan tersebut.
"Kami bersurat ke pak Sekda kami tembuskan ke
Bappeda, BPKAD, BPBD serta ke Dewan, dengan harapan kami khususnya dari KRL
mengingat fasilitas ini bukan hanya untuk staff namun untuk seluruh pengunjung
yang datang harapan kami mohon untuk segera di tangani," ujarnya.
Sebab pihaknya khawatir apabila tidak dilakukan
secepatnya akan berdampak lebih besar terhadap beberapa fasilitas dan bangunan
yang ada di KRL. Terlebih intensitas hujan yang terjadi sejak beberapa minggu
terakhir sangat luar biasa dan jika semakin lama di biarkan akan semakin parah.
(*)
Berita Lainnya
-
Diduga Dampak Proyek Revitalisasi, Destinasi Wisata Danau Asam Suoh Terancam Kering
Minggu, 22 Februari 2026 -
Sekda Lampung Barat Sidak Pasar Liwa, Antisipasi Lonjakan Harga Saat Ramadan
Jumat, 20 Februari 2026 -
Selain 9.717 Peserta dari APBD, 7.353 PBI-JK di Lampung Barat Juga Dinonaktifkan
Jumat, 20 Februari 2026 -
Motor Hilang Saat Menjaring Ikan, Polsek Ngaras Pesibar Tangkap Pencuri dan Penadah
Kamis, 19 Februari 2026









