PDAM Way Rilau Hentikan Sementara Aliran Air ke 3 Kecamatan, Ini Penyebabnya
Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Way Rilau, Indra Utama Alam. Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Perusahaan
Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau akan menghentikan sementara aliran air ke tiga tempat selama tiga hari kedepan, yakni terhitung sejak Rabu 2- Jumat 4
November 2022.
Penghentian sementara tersebut, lantaran untuk
memperbaiki salah satu pipa jalur distribusi utama (JDU) di Jalan Abdul Kadir,
Rajabasa, Bandar Lampung yang mengalami kebocoran. Perbaikannya akan dimulai
pukul 09:00 WIB besok sampai dengan selesai.
"Jadi sementara waktu aliran akan
dimatikan, mulai besok sampai dengan hari Jumat," ujar Direktur Teknik
(Dirtek) PDAM Way Rilau, Indra Utama Alam, Selasa (1/11/2022).
Adapun pelanggan yang terdampak selama aliran
dihentikan sementara meliputi 3 Kecamatan. Yaitu di Kecamatan Rajabasa,
Kecamatan Labuhan Ratu dan Kecamatan Kedaton.
Indra mengaku, penggalian lokasi pipa yang
mengalami kebocoran sudah mulai dilakukan pada hari ini. Namun, perbaikan baru
akan dimulai besok, sembari menunggu ketersediaan aksesoris pipa berdiameter
500 mm yang baru tiba.
"Indikasi kebocoran pipa JDU ini sudah
kita terima informasi nya sejak beberapa hari lalu, makanya segera kita ambil
tindakan perbaikan," ungkapnya.
Ia juga meminta pelanggan agar dapat menampung
persediaan air untuk sementara waktu, sampai perbaikan selesai dilakukan.
Namun sebelumnya kata Indra, pihaknya juga
menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
"Sebelumnya dengan akan ada perbaikan
dalam 3 hari kedepan kita sudah sampaikan melalui ketua RT setempat. Tapi kami
juga harap pelanggan bersabar sampai perbaikan selesai dilaksanakan,"
tandasnya.
Riyanti Warga Rajabasa mengaku, tentunya akibat
akan dihentikannya aliran air PDAM ini, sangat mempersulit, terutama untuk
mencukupi kebutuhan penggunaan air baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun air
minum.
"Jadi harapannya pihak PDAM jangan
lama-lama matinya, agar kami para warga tidak lama merasakan kesusahan dalam
mendapatkan air," ucapnya. (*)
Berita Lainnya
-
APINDO: Kebutuhan Kerja Capai 12 Juta Orang per Tahun, yang Terserap Hanya 5 Juta
Senin, 22 Juni 2026 -
Mahasiswa Bawa Aspirasi Petani ke Hadapan Mentan Amran, Hand Tractor Tiba di Pohuwato Dini Hari
Senin, 22 Juni 2026 -
UIN Raden Intan Lampung Tetapkan Delegasi KKN Nusantara 2026, Siap Mengabdi di Tanah Baduy
Senin, 22 Juni 2026 -
Pemerintah Diskon Tiket Kereta, Kapal, dan Pesawat di Masa Libur Sekolah
Senin, 22 Juni 2026








