• Jumat, 15 Mei 2026

Pemkot Balam Habiskan Rp64 Juta Bantu Korban Bencana

Senin, 10 Oktober 2022 - 18.22 WIB
1.4k

Plt Kepala Dinas Sosial Bandar Lampung, Aklim Suhadi, saat dimintai keterangan. Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah kota (Pemkot) Bandar Lampung telah menggelontorkan dana sebesar Rp64 juta, diperuntukan bagi 12 orang korban bencana alam berupa banjir maupun tanah longsong di tahun 2022.

"kurang lebih Rp64 juta untuk 12 orang korban banjir dan tanah longsor," kata Plt Kepala Dinsos Bandar Lampung, Aklim Suhadi, saat dimintai keterangan, Senin (10/10/2022).

Bantuan tersebut diberikan pada korban bencana bervariasi, tergantung dengan tingkat kerusakan rumahnya.

"Ada yang mulai dari Rp15 juta hingga Rp 1 juta, tergantung kerusakannya," ucapnya.

Ia juga menyampaikan, korban diberikan bantuan tersebut tersebar di Kecamatan Kemiling, Langkapura dan Bumiwaras.

"Harapan kita sesuai dengan pesan Walikota tadi, bahwa dengan bantuan kita tadi mudah-mudahan bisa mengurangi beban mereka, sehingga mereka dapat beraktifitas lagi dan minimal memulai kehidupan yang layak. Seperti rumah yang roboh bisa didandanin lagi, atau dibangun kembali," ungkapnya.

Aklim berharap, rasa peduli dari pemerintah kota itu, bisa digunakan atau dimanfaatkan sebaiknya. 

Untuk dana sendiri jelasnya, yakni berasal dari Dana Tidak Terduga (DTT).

"Karena ini bencana, yang kita semua tidak menginginkan dan tidak menghindari itu," kata Aklim.

Aklim juga berharap, bencana di Bandar Lampung tidak terjadi lagi, sehingga cukup dengan apa yang telah terjadi kemarin.

Ketua Komisi lV DPRD Kota Bandar Lampung Rizaldi Adrian mengatakan, bantuan itu agar tetap terus dilakukan Pemkot setempat

"Ya kita dukung segala sesuatu. Kalau bisa nominalnya di tambah karena kita mau yang terbaik bagi masyarakat, karena di saat itulah bentuk pemerintah hadir," ucapnya.

Terlebih di Dinsos bukan hanya bantuan, namun bagaimana penangannya saat bencana itu terjadi. 

"Kedepan kita juga sedang memabuat mekanisme yang lebih konferensif untuk penenganan bencana ini. Karena dinaungi oleh Perda, yang saat ini sedang dibahas di Komisi lV, sehingga kedepan kita terus banyak memberikan bantuan pada masyarakat," terangnya. (*)

Editor :