600 Balita di Metro Alami Stunting, Pemkot Terjunkan Ratusan TPK ke Kelurahan
Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman. Foto: Dok Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro - Pemerintah Kota Metro menerjunkan
sebanyak 390 Tim Pendamping Keluarga. Hal itu dilakukan sebagai upaya
menurunkan angka stunting di Bumi Sai Wawai.
Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman menyampaikan, dalam upaya
menurunkan angka stunting Pemkot telah melakukan penguatan ditingkat Kelurahan
dengan menerjunkan sebanyak 390 TPK.
"Dalam penurunan angka stunting pemkot telah melakukan
penguatan di tingkat kelurahan dengan menurunkan 390 tim pendamping keluarga.
Mereka ini berhari-hari turun ke masyarakat. Saya pantau lewat WA saya,"
kata dia kepada awak media, Senin (10/10/2022).
Qomaru menjelaskan bahwa kasus Stunting di Kota Metro perlu
penanganan serius. Ia meyakini seluruh kader TPK dapat menurunkan angka
stunting.
"Stunting ini bukan urusan bagaimana menaikkan fisik
orang tetapi bicara gizi, lingkungan hidup dan masalah-masalah pola makan dan
sebagainya. Saya yakin dan percaya kader-kader hebat di Metro dapat membackup
kepemimpinan 20 tahun yang akan datang," terangnya.
Wakil Walikota juga mengungkapkan bahwa Pemerintah terus
berupaya melakukan penguatan dalam penurunan angka stunting yang dianggap perlu
ditangani.
"Metro harus menjadi barometer Provinsi Lampung untuk
masalah penurunan stunting. Stunting itu sebuah keharusan sejarah yang harus
dikedepankan. Bahwa Metro ini 5 sampai 15 tahun ke depan harus muncul
kader-kader hebat di Metro ini untuk membackup kepemimpinan masa depan,"
bebernya.
"Bukan hari ini, tapi 15 sampai 20 tahun yang akan
datang harus ada orang-orang hebat di Metro ini yang bisa berkarya,"
pungkasnya.
Sebelumnya, sebanyak 600 balita di Kota Metro tercatat
mengalami gagal tumbuh kembang anak alias stunting. Untuk itu, Dinas Kesehatan
(Dinkes) Kota setempat telah
menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar dapat memeriksakan buah
hatinya secara berkala ke fasilitas posyandu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti
menjelaskan, meski angka stunting Metro sebanyak 600 orang. Namun, Kota Metro
termasuk kedalam tiga terendah di Lampung.
"Stunting itu penurunannya kan terpadu melibatkan
beberpa OPD. Kita dari Dinkes fokus kepada upaya spesifik. Jadi, kita kepada
bayi dan balitanya, kita lakukan penimbangan berkala serta pemberian
gizi," bebernya.
Tak hanya Dinkes, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya
juga memliki peran pencegahan terhadap stunting.
"Untuk OPD lain juga terlibat dalam kesehatan
lingkungannya, airnya dan lain sebagainya. Jadi penyebab stunting itu tidak
hanya bayi dan balitanya, tetapi lingkungan juga mempengaruhi," tandasnya.
(*)
Berita Lainnya
-
Metro Kota Kecil, Dinamika Politiknya Tinggi
Sabtu, 09 Mei 2026 -
Sawah Diserang Tikus, BPP Metro Barat Sebut Faktor Lingkungan Jadi Penyebab Utama
Jumat, 08 Mei 2026 -
Diserang Tikus, Puluhan Hektare Sawah di Metro Barat Terancam Gagal Panen
Jumat, 08 Mei 2026 -
Dugaan Korupsi JIT Metro Menguak, Jaksa Periksa 34 Saksi dan Sita 99 Dokumen
Jumat, 08 Mei 2026








