• Sabtu, 09 Mei 2026

600 Balita di Metro Alami Stunting, Pemkot Terjunkan Ratusan TPK ke Kelurahan

Senin, 10 Oktober 2022 - 15.51 WIB
174

Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman. Foto: Dok Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Pemerintah Kota Metro menerjunkan sebanyak 390 Tim Pendamping Keluarga. Hal itu dilakukan sebagai upaya menurunkan angka stunting di Bumi Sai Wawai.

Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman menyampaikan, dalam upaya menurunkan angka stunting Pemkot telah melakukan penguatan ditingkat Kelurahan dengan menerjunkan sebanyak 390 TPK.

"Dalam penurunan angka stunting pemkot telah melakukan penguatan di tingkat kelurahan dengan menurunkan 390 tim pendamping keluarga. Mereka ini berhari-hari turun ke masyarakat. Saya pantau lewat WA saya," kata dia kepada awak media, Senin (10/10/2022).

Qomaru menjelaskan bahwa kasus Stunting di Kota Metro perlu penanganan serius. Ia meyakini seluruh kader TPK dapat menurunkan angka stunting.

"Stunting ini bukan urusan bagaimana menaikkan fisik orang tetapi bicara gizi, lingkungan hidup dan masalah-masalah pola makan dan sebagainya. Saya yakin dan percaya kader-kader hebat di Metro dapat membackup kepemimpinan 20 tahun yang akan datang," terangnya.

Wakil Walikota juga mengungkapkan bahwa Pemerintah terus berupaya melakukan penguatan dalam penurunan angka stunting yang dianggap perlu ditangani.

"Metro harus menjadi barometer Provinsi Lampung untuk masalah penurunan stunting. Stunting itu sebuah keharusan sejarah yang harus dikedepankan. Bahwa Metro ini 5 sampai 15 tahun ke depan harus muncul kader-kader hebat di Metro ini untuk membackup kepemimpinan masa depan," bebernya.

"Bukan hari ini, tapi 15 sampai 20 tahun yang akan datang harus ada orang-orang hebat di Metro ini yang bisa berkarya," pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 600 balita di Kota Metro tercatat mengalami gagal tumbuh kembang anak alias stunting. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota setempat telah  menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar dapat memeriksakan buah hatinya secara berkala ke fasilitas posyandu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti menjelaskan, meski angka stunting Metro sebanyak 600 orang. Namun, Kota Metro termasuk kedalam tiga terendah di Lampung.

"Stunting itu penurunannya kan terpadu melibatkan beberpa OPD. Kita dari Dinkes fokus kepada upaya spesifik. Jadi, kita kepada bayi dan balitanya, kita lakukan penimbangan berkala serta pemberian gizi," bebernya.

Tak hanya Dinkes, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya juga memliki peran pencegahan terhadap stunting.

"Untuk OPD lain juga terlibat dalam kesehatan lingkungannya, airnya dan lain sebagainya. Jadi penyebab stunting itu tidak hanya bayi dan balitanya, tetapi lingkungan juga mempengaruhi," tandasnya. (*)

Editor :