• Sabtu, 01 Oktober 2022

Waspada, Seorang Satpam Meninggal Akibat DBD di Way Kanan

Kamis, 22 September 2022 - 14.11 WIB
64

warga Desa Bali Sadar, Kecamatan Banjit saat penyemprotan fogging secara massal ke puluhan rumah warga dan sekolah. Foto: Rahman/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan - Seorang Satuan Pengamanan (Satpam) bernama Nengah Sambe, meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Way Kanan. Saat ini total ada 115 kasus DBD.

Atas musibah itu, warga Desa Bali Sadar, Kecamatan Banjit dimana Alm Nengah tinggal dilakukan penyemprotan fogging secara massal ke puluhan rumah warga dan sekolah.

Salah satu keluarga yang terjangkit DBD, Nyoman Septa Sasono mengatakan, di dusunnya telah meninggal dunia seorang Saptam pegadaian minggu lalu akibat DBD.

"Minggu lalu warga sini meninggal akibat DBD, namanya pak Nengah dan adik serta bapaknya kena DBD juga," kata Septa, saat memberikan keterangan, Kamis (21/09/2022).

Nyoman juga mengaku, istrinya juga terjangkit DBD setelah pergi melayat ke rumah Alm Nengah Sambe.

"Istri saya juga kena DBD, itu lagi demam, demam itu setelah habis melayat dari rumah Alm Nengah," ungkapnya.


Nyoman mengungkapkan, hari ini dari Dinas Kesehatan Way Kanan melakukan fogging di kampungnya dan beberapa sekolah.

Nyoman pun berharap, agar Dinkes Way Kanan cepat tanggap dan bertindak, agar tidak ada lagi korban jiwa. "Soalnya warga disini sudah pada was was," tuturnya.

Sementara itu, warga setempat Wayan Kerti yang sedang menunggu rumahnya difogging mengatakan, kondisi di desa nya sekarang sedikit ada ketegangan, cemas dan kekhawatiran dengan adanya DBD ini. "Cemas lah setelah ada yang meninggal kemarin," ungkapnya.

Wayan pun berharap agar wabah penyakit DBD ini cepat teratasi agar tidak ada korban jiwa lagi. "Iya semoga cepat berlalu bang wabah ini, soalnya warga pada takut," tuturnya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Banjit, Rozes mengatakan, ada  9 warga yang memiliki gejala DBD, dan 4 warga sedang dirawat di Puskemas.

Sementara Kabid P2P Dinkes Way Kanan, Didi Aswadi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan fogging focus di 6 kecamatan, yakni di Banjit, Kasui, Blambangan Umpu, Umpu Semenguk, dan gunung labuhan.

Didi menambahkan, terkait adanya warga yang meninggal kasus DBD, itu masih terduga terjangkit karena tidak ada satu pun rumah sakit yang menyatakan kematian tersebut karena DBD.

"Hasil PE pun kemarin tidak menunjukan DBD, Almarhum itu kan bekerja 2 malam berturut-turut, besar kemungkinan kelelahan," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : Waspada! Ribuan Orang di Lampung Terjangkit Demam Berdarah