• Rabu, 28 September 2022

Pemprov Lampung Kembangkan Kedelai Lokal Varietas Grobogan

Kamis, 22 September 2022 - 15.45 WIB
30

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi, saat dimintai keterangan, Kamis (22/9/2022). Foto:Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai mengembangkan kedelai lokal varietas Grobogan yang kedepan akan mulai dikembangkan dan ditanam di daerah wilayah Lampung.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi mengatakan, kedelai lokal varietas Grobogan memiliki kualitas paling baik jika dibandingkan dengan varietas lainnya.

"Varietas yang paling mirip dengan kedelai impor adalah Grobogan. Dia bijinya besar dan matanya putih. Tapi ini juga disesuaikan dengan kebutuhan petani, karena ada juga yang kedelai nya dibuat kecambah," kata Kusnardi, saat dimintai keterangan, Kamis (22/9/2022).

Kusnardi juga menjelaskan, pihaknya tengah mengajukan permohonan kepada PTPN VII agar dapat meminjamkan dua hektare lahan nya untuk ditanami kedelai lokal.

"Sekarang kita sedang bersurat ke PTPN agar lahan nya bisa ditanami kedelai lokal. Semoga dengan harga kedelai nya hang bagus ini membuat para petani kembali bersemangat dalam menanam kedelai," lanjutnya.

Menurutnya, kedelai lokal varietas Grobogan yang telah berhasil dikembangkan tersebut nantinya akan dibagikan kepada para petani yang kesulitan untuk mendapatkan bibit atau benih.

"Namun sekarang masalah nya di bibit yang tidak tersedia. Dan kita usaha untuk melakukan perbenihan kedelai yang nanti akan dibagikan. Kedelai juga akan sulit kalau ditanam di musim hujan," ungkapnya.

Untuk diketahui, produksi kedelai lokal di Provinsi Lampung terus mengalami penurunan. Pada tahun 2018 produksi kedelai lokal di daerah setempat mencapai 53.553 ton dengan luasan lahan tanam 70.012 hektar.

Sementara produksi pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 9.334 ton dengan luasan lahan tanam 12.318 hektar, tahun 2020 produksinya hanya 1.570 ton dengan luas lahan tanam 2.497 hektar dan 2021 produksinya hanya 1.317 ton dengan luasan lahan tanam 1.922 hektar. (*)


Video KUPAS TV : Nasabah Pinjol Meningkat Pasca Harga BBM Naik