JPKP Fasilitasi Pengobatan Daffa, Balita Pengidap Kanker Kandung Kemih
Jefri Santoso saat menenangkan Daffa bocah penderita kanker kandung kemih di gubuk sederhanannya di Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Lamsel.
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Daffa Amzat Santoso (4), seorang balita di vonis kanker kandung kemih. Anak dari pasangan Jefri Santoso (29) dan Rini Yuliani (24) yang tinggal di Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang.
Jefri Santoso orang tua dari Daffa Amzat Santoso mengaku sama sekali belum pernah menerima bantuan dan uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten setempat.
"Belum ada pak. Sudah pernah diusulkan bantuan bedah rumah udah lima tahunan lalu, tapi belum dapat," keluhnya.
Ditanya soal bentuk bantuan yang pernah diberikan oleh Pemerintah kepada dirinya, Jefri hanya menyebut bantuan dari Desa sebesar Rp600 ribu tiap dua bulan.
"Itupun tahun lalu (2021), tahun ini udah nggak nerima lagi," singkatnya.
Organisasi kemasyarakatan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Lampung Selatan (Lamsel), kali ini menanggalkan kepentingan kelompok dan lebih memilih membantu masyarakat untuk memperoleh kemudahan administrasi dalam mendapatkan pengobatan medis hingga ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung.
Ketua DPD JPKP Lamsel, Ilhammudin mengutarakan, pihaknya sebisa mungkin membantu masyarakat di bidang sosial dan kemanusiaan.
"Kami secara kelembagaan akan terus bekerja dan bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Apalagi, sosial kemanusiaan merupakan latar belakang JPKP," ungkapnya kala di konfirmasi, Rabu (21/09/2022).
Apa daya, keluarga yang menghuni rumah tidak layak huni karena berdindingkan geribik berlubang dengan kamar mandi dikuar sudah barang tentu tak kuasa untuk menanggung biaya pengobatan putra kesayangannya.
Kondisi itu, menyentuh pengurus JPKP untuk tergerak membawa Daffa Amzat Santoso mencari pengobatan hingga ke RSUD Abdul Moeloek.
"Kami sebetulnya tidak ada biaya lebih, bahkan harus patungan dengan kendaraan pribadi untuk membawa adinda Daffa ke RSUD Abdul Moeloek. Itu yang ada di benak kami semua," urai Ilham.
Ilham melanjutkan, bermodal jejaring dan hubungan baik dengan pihak manajemen RSUd Abdul Moeloek, akhirnya Daffa Amzat Santoso mendapat penanganan sigap di ruang IGD.
"Saya bersimpati dengan adinda Daffa. Karena vonis kanker kandung kemih, menyebabkan kesakitan luar biasa untuk Daffa setiap akan buang air kecil," imbuhnya.
Sayangnya, dokter spesialis yang menangani kanker kandung kemih di RSUD Abdul Moeloek hanya buka praktek setiap hari Senin saja.
"Jadi, adinda Daffa usai mendapatkan penanganan di IGD langsung kami bawa kembali pulang kerumah bersama orang tuanya. Senin depan akan kami antarkan kembali ke RSUD Abdul Moeloek, untuk bertemu dengan dokter spesialis penyakit kanker," ujarnya seraya berjanji.
Di penghujung, ilham mengapresiasi pihak manajemen RSUD Abdul Moeloek yang telah memberikan kemudahan pelayanan selama Daffa Amzat Santoso berada disana.
"Terima kasih atas kemudahan birokrasi pelayanan kesehatan terhadap Daffa Amzat Santoso. Dan, kami sudah berupaya semaksimal mungkin agar adinda lekas sehat seperti sediakala," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Lewati Puncak Nataru, ASDP Bakauheni Tutup Posko dengan Catatan Positif
Minggu, 04 Januari 2026 -
APBD 2026 Tertekan, Pemkab Lamsel Siapkan Rp 91 Miliar untuk Gaji PPPK Paruh Waktu
Minggu, 04 Januari 2026 -
Antisipasi Arus Balik Nataru, Polres Lampung Selatan Siagakan 200 Personel hingga 5 Januari
Sabtu, 03 Januari 2026 -
Ancam Sebar Foto Tak Senonoh, Pria di Penengahan Lamsel Ditahan Kasus Pelecehan Dua Anak
Sabtu, 03 Januari 2026









