• Rabu, 28 September 2022

JPKP Fasilitasi Pengobatan Daffa, Balita Pengidap Kanker Kandung Kemih

Rabu, 21 September 2022 - 18.25 WIB
91

Jefri Santoso saat menenangkan Daffa bocah penderita kanker kandung kemih di gubuk sederhanannya di Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Lamsel.

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Daffa Amzat Santoso (4), seorang balita di vonis kanker kandung kemih. Anak dari pasangan Jefri Santoso (29) dan Rini Yuliani (24) yang tinggal di Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang.

Jefri Santoso orang tua dari Daffa Amzat Santoso mengaku sama sekali belum pernah menerima bantuan dan uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten setempat.

"Belum ada pak. Sudah pernah diusulkan bantuan bedah rumah udah lima tahunan lalu, tapi belum dapat," keluhnya.

Ditanya soal bentuk bantuan yang pernah diberikan oleh Pemerintah kepada dirinya, Jefri hanya menyebut bantuan dari Desa sebesar Rp600 ribu tiap dua bulan.

"Itupun tahun lalu (2021), tahun ini udah nggak nerima lagi," singkatnya.

Organisasi kemasyarakatan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Lampung Selatan (Lamsel), kali ini menanggalkan kepentingan kelompok dan lebih memilih membantu masyarakat untuk memperoleh kemudahan administrasi dalam mendapatkan pengobatan medis hingga ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung.

Ketua DPD JPKP Lamsel, Ilhammudin mengutarakan, pihaknya sebisa mungkin membantu masyarakat di bidang sosial dan kemanusiaan.

"Kami secara kelembagaan akan terus bekerja dan bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Apalagi, sosial kemanusiaan merupakan latar belakang JPKP," ungkapnya kala di konfirmasi, Rabu (21/09/2022).

Apa daya, keluarga yang menghuni rumah tidak layak huni karena berdindingkan geribik berlubang dengan kamar mandi dikuar sudah barang tentu tak kuasa untuk menanggung biaya pengobatan putra kesayangannya.

Kondisi itu, menyentuh pengurus JPKP untuk tergerak membawa Daffa Amzat Santoso mencari pengobatan hingga ke RSUD Abdul Moeloek.

"Kami sebetulnya tidak ada biaya lebih, bahkan harus patungan dengan kendaraan pribadi untuk membawa adinda Daffa ke RSUD Abdul Moeloek. Itu yang ada di benak kami semua," urai Ilham.

Ilham melanjutkan, bermodal jejaring dan hubungan baik dengan pihak manajemen RSUd Abdul Moeloek, akhirnya Daffa Amzat Santoso mendapat penanganan sigap di ruang IGD.

"Saya bersimpati dengan adinda Daffa. Karena vonis kanker kandung kemih, menyebabkan kesakitan luar biasa untuk Daffa setiap akan buang air kecil," imbuhnya.

Sayangnya, dokter spesialis yang menangani kanker kandung kemih di RSUD Abdul Moeloek hanya buka praktek setiap hari Senin saja.

"Jadi, adinda Daffa usai mendapatkan penanganan di IGD langsung kami bawa kembali pulang kerumah bersama orang tuanya. Senin depan akan kami antarkan kembali ke RSUD Abdul Moeloek, untuk bertemu dengan dokter spesialis penyakit kanker," ujarnya seraya berjanji.

Di penghujung, ilham mengapresiasi pihak manajemen RSUD Abdul Moeloek yang telah memberikan kemudahan pelayanan selama Daffa Amzat Santoso berada disana.

"Terima kasih atas kemudahan birokrasi pelayanan kesehatan terhadap Daffa Amzat Santoso. Dan, kami sudah berupaya semaksimal mungkin agar adinda lekas sehat seperti sediakala," pungkasnya. (*)


Editor :