• Sabtu, 01 Oktober 2022

Bappelitbang Tanggamus Gandeng IPB University Gelar Sosialisasi Pengembangan UMKM Berbasis Lingkungan

Minggu, 11 September 2022 - 17.24 WIB
70

Sosialisasi pengembangan UMKM berbasis lingkungan di aula Kantor Camat Talang Padang pada Kamis (8/9/2022). Foto: Dok.

Kupastuntas.co, Tanggamus - Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Tanggamus gandeng IPB University menggelar sosialisasi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis lingkungan.

Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Camat Talang Padang, Agustam Hamid, dan dipandu Yunudawati, di aula Kantor Camat Talang Padang pada Kamis (8/9/2022).

Dalam sosialisasi, Ketua Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Dr. Ir. Ahyar Ismail, M.Agr membeberkan sejumlah masalah utama yang sering menghambat perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Padahal menurutnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah merupakan penggerak utama roda perekonomian Indonesia.

Kegiatan yang diikuti 20 orang pelaku UMKM utusan pekon se-Kecamatan Talang Padang itu dalam upaya menyikapi situasi yang juga dialami UMKM di Kabupaten Tanggamus.

Dimana kegiatan sosialisasi yang merupakan pengejawantahan Program Dosen Mengabdi Pulang Kampung IPB University tahun 2022 itu adalah kegiatan pengabdian dosen, yang bertujuan untuk berkontribusi terhadap aktivitas community development di lokasi yang memiliki nilai historis dan sosiologis secara personal dosen.


Ahyar Ismail mengungkapkan, secara umum program ini dirancang untuk memberikan kontribusi nyata di masyarakat, khususnya dalam mensosialisasi dan mengimplementasikan berbagai inovasi yang dihasilkan.

Pada umumnya lanjutnya, masalah utama yang dihadapi UMKM adalah masih melakukan proses produksi yang sederhana, baik mekanisme produksi dan juga teknologi produksi, lebih mengutamakan kuantitas produksi dan baru hanya sebagian yang sudah mulai betul memperhatikan kualitas produksi.

Lalu, kurangnya inovasi produk yang dihasilkan, kesulitan dalam mendistribusikan produk yang dihasilkan, minimnya modal usaha, kurang memperhatikan kebersihan lingkungan usaha serta masih mengandalkan pembukuan manual atau bahkan tidak ada pembukuan sama sekali.

"Oleh karena itu sektor UMKM ini sangat perlu mendapat perhatian dalam pengembangannya," kata Ahyar Ismail.

UMKM juga mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, UMKM juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan.

"Jumlah UMKM di Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu. Jumlahnya setara dengan 99,99 persen dari total usaha di Indonesia. Artinya usaha berskala besar hanya sebanyak 0,01 persen," terangnya.

Melalui kegiatan dengan tema 'Peningkatan Kapasitas UMKM dalam Manajemen Produksi dan Pemasaran Berbasis Lingkungan' akan mencoba menguraikan berbagai permasalahan yang ada dan memberikan solusinya secara bertahap, yakni pelatihan manajemen produksi UMKM berbasis lingkungan untuk meningkatkan kuantitas, kualitas dan kontinuitas produk UMKM.

"Pelatihan manajemen pemasaran berbasis lingkungan untuk meningkatkan jumlah produk yang dipasarkan. Kegiatan ini diintegrasikan juga dengan salah satu start up Buku Warung," papar Ahyar.

Ahyar juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Bappelitbang Kabupaten Tanggamus, Hendra Wijaya Mega, ST, MT, MM atas suport dan kesediaannya menjadi mitra institusi kegiatan ini.

"Semoga kerjasama yang harmonis dapat mengoptimalkan hasil di setiap kegiatan," ujar Ahyar. (*)


Video KUPAS TV : Mahasiswa Kembali Suarakan Tolak Kenaikan Harga BBM