• Jumat, 15 Mei 2026

DPRD Lamsel Cecar Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda Soal Pelayanan Operasi Amandel

Jumat, 09 September 2022 - 17.12 WIB
527

Suasana rapat Komisi IV DPRD Kabupaten Lampung Selatan dengan RSUD dr Bob Bazar, SKM Kalianda di ruang rapat komisi. Foto: Handika/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda belum sanggup memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi pasien penderita amandel.

Hal itu, terungkap dalam rapat pembahasan Ranperda perubahan APBD Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) tahun anggaran 2022 antara Komisi IV DPRD Lamsel dengan Pelaksana tugas (Plt.) Direktur RSUD Bob Bazar, Dewi Yurniati didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Johniansyah, di ruang rapat komisi, Jumat (9/09/2022).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Lamsel, Syaiful Azumar kemudian mempersilahkan Dewi Yurniati memaparkan usulan perubahan anggaran.

"Terima kasih, saya akan memaparkan pendapatan RSUD Bob Bazar. Pendapatan asli dari BLUD Rp64 milyar 50 juta sesudah perubahan 89 milyar, jadi bertambah Rp24 milyar 950 juta. Belanja operasi Rp91 milyar 472 juta 842 ribu, perubahan Rp126 milyar 950 juta 248 ribu 267 rupiah naik Rp36 milyar 335 juta 757 ribu 267 rupiah," bebernya.

Dewi Yurniati yang juga menjabat sebagai Kabid Bina Kesehatan Masyarakat di Dinkes setempat melanjutkan, pos anggaran lain yakni belanja pegawai sebesar Rp26 milyar 484 juta 845 ribu.

"Turun Rp25 milyar 626 juta 494 ribu. Ini belanja pegawai dari BPKAD pak," imbuhnya.

Selanjutnya, belanja barang dan jasa senilai Rp64 milyar 987 juta naik menjadi Rp101 milyar 323 juta 764 ribu 267 rupiah. Kenaikan yakni sebesar Rp36 milyar 335 juta 757 ribu 267 rupiah.

Untuk belanja modal terdiri dari tiga pos yaitu, peralatan dan mesin yang sebelumnya Rp13 milyar 127 juta 157 ribu 150 rupiah turun menjadi Rp12 milyar 913 juta 913 ribu 380 rupiah. Nilai penuruanan anggaran sebesar Rp213 juta 770 ribu.

Lalu, belanja modal gedung dan bangunan senilai Rp12 milyar 420 juta, dimana terdapat penambahan menjadi Rp12 milyar 810 juta atau kenaikan Rp390 juta.

"Belanja modal aset dan aset tetap lainnya, masih tetap Rp500 juta. Demikian pak, terima kasih," ucap Dewi Yurniati.

Ketua Komisi IV lalu menanggapi pemaparan anggaran di RSUD Bob Bazar, dengan melontarkan gambaran kondisi pelayanan di rumah sakit plat merah tersebut.

"Saya menginginkan di tahun 2023 Rumah Sakit Bob Bazar ini, jangan lagi tidak ada peralatan medisnya khususnya untuk penanggulangan pasien yang sakit amandel. Karena dulu tahun 2018 bisa operasi amandel di Bob Bazar, di tahun 2022 tidak bisa operasi amandel. Ini masyarakat harus ke Rumah Sakit di Bandar Lampung," tanyanya.

Dewi Yuniarti lalu mencoba menanggapi pertanyaan Syaiful Azumar, meski hal itu belum sepenuhnya tepat.

"Maaf waktu tahun 2018 ya pak ya, waktu itu ada dokter anestesi-nya ya. Untuk yang tahun 2022 ini ada (dokter anestesi), tapi kendalanya mungkin karena Covid-19 pak ya waktu sakit itu," jawabnya.

Rupanya, hal itu belum mampu memenuhi ekspektasi dari pertanyaan Syaiful Azumar yang lantas bereaksi mencecar Dewi Yurniati.

"Ini mau saya sampaikan di masyarakat biar jelas, alat medisnya yang nggak ada atau dokternya yang nggak siap, jangan simpang siur. Apa yang ibu sampaikan ini akan disampaikan bahwa ini lho faktanya. Karena tahun 2018 bisa operasi amandel, kemarin sebulan yang lalu tahun 2022 nggak bisa harus dirujuk ke Rumah Sakit Bumi Waras. Nah, saya menyampaikan sendiri karena dari anak saya bukan cerita orang. saya aja repot ke rumah sakit disana, apalagi masyarakat. Ya saya anggota dewan saja repot kesana, apalagi memang orang nggak punya," ujarnya.

Melihat situasi itu, Kepala Dinas Kesehatan, Johniansyah yang duduk persis disebelah Dewi Yuniarti mencoba membantu menjawab pertanyaan dari Ketua Komisi IV.

"Dokter spesialis anestesi ini kan cuma ada 1 yaitu dokter Dian, kendalanya dokter anestesi ini susah nyarinya," Katanya beralibi.

Jawaban tersebut membuat Syaiful Azumar berujar dengan nada tegas, soal dimana letak permasalahan yang sebenarnya.

"Apa kendalanya coba dijawab dengan jelas, apa sarananya nggak ada atau dokternya yang nggak siap? kalau dokter itu tidak siap yang lain siap, buat apa dia dinas disini kalau masih takut-takut, ganti! kita bicara demi masyarakat demi rakyat kita ini," katanya bernada serius.

Barulah Johniansyah melontarkan jawaban, penyebab pasien penderita amandel tidak bisa ditangani di RSUD Bob Bazar.

"Sarana medisnya nggak ada," akunya.

Johniansyah menambahkan, akan mengajukan usulan penambahan dokter anestesi untuk ditempatkan di rumah sakit tersebut.

"Ini rencana diusulkan satu lagi," pungkasnya.

Rencana penambahan dokter anestesi, disambut pernyataan Syaiful Azumar.

"Nah ya itu, itu kan inovasi namanya. Jangan sampai kita penganggaran terus, tapi pelayanannya kurang," tutupnya. (*)

Video KUPAS TV : Viral di Media Sosial, Tiga Sekolah di Metro Terlibat Tawuran Pelajar SMP


Editor :