• Sabtu, 09 Mei 2026

Dampak Kenaikan BBM, Harga Cabai Hingga Tarif Angkutan di Metro Meningkat

Jumat, 09 September 2022 - 15.32 WIB
100

Ari Wibowo (27) saat menjajakan cabai yang dijualnya di pasar Kopindo, Metro Pusat. Foto : Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sejumlah harga komuditas pangan seperti cabai hingga tarif angkutan kendaraan juga mengalami kenaikan yang signifikan.

Dari pantauan Kupastuntas.co, harga komuditas cabai di pasar Kopindo Kota Metro tembus di angka Rp 80 Ribu perkilogram. Sementara untuk tarif angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Induk Mulyojati, Metro Barat meningkat hingga sebesar Rp 50 Ribu per trayek angkutan.

Salah seorang pedagang di pasar Kopindo Metro Pusat, Ari Wibowo (27) mengungkapkan, kenaikan cabai yang dijualnya terjadi sejak 4 September 2022 lalu. Untuk cabai keriting yang sebelumnya seharga Rp 50 Ribu perkilogram kini mencapai Rp 80 Ribu perkilogram.

"Sekarang sudah naik semua harga cabai, sejak BBM abis naik itulah. Sebelumnya cabai keriting itu modal Rp 50 Ribu, jual Rp 55 Ribu perkilogram, sekarang sudah jual Rp 80 perkilogram, karena modalnya juga sudah Rp 75 Ribu," kata dia kepada Kupastuntas.co, Jum'at (9/9/2022).

Ari juga mengatakan, harga cabai rawit juga naik sebesar Rp 10 Ribu perkilogramnya. Ia juga mengaku mengalami penurunan omset sejak BBM mengalami kenaikan.

"Cabai rawit juga naik Rp 10 Ribu, sebelumnya itu Rp 50 Ribu perkilogram sekarang jadi Rp 60 Ribu perkilogram. Ya sekarang ini turun omsetnya, kalau sebelum BBM naik kemarin rata-rata jual 100 kilogram sehari sekarang ini karena BBM naik, cabai naik jadi turun jualannya, tidak sampai 50 kilogram sehari," pungkasnya.

Sementara itu, kenaikan BBM juga berdampak pada perubahan tarif angkutan sejumlah armada Bus di terminal induk Mulyojati, Metro Barat. Bahkan sejumlah armada AKAP menaikan tarifnya sebesar Rp 50 Ribu sekali perjalanan.

Kepala UPTD Terminal type B Mulyojati, Dwi Hera Pratiwi menjelaskan, kenaikan tarif sejumlah armada angkutan di terminal tersebut merupakan bentuk penyesuaian harga pasca naiknya BBM.

Menurutnya, kenaikan tarif tersebut itu merupakan hasil penyesuaian harga yang ditentukan oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) yang menghitung Biaya Operasional Kendaraan (BOK) berdasarkan jarak tempuh.

"Jadi, memang sudah ada yang naik harganya dan itu sudah ditentukan oleh Organda baik pusat maupun provinsi. Untuk kenaikannya tarifnya bervariasi tiap armadanya, jadi BOK memang dihitung berdasarkan jarak tempuh daripada angkutan umum itu," terangnya.

Ia menjelaskan, untuk tarif angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mengalami kenaikan sebesar Rp 15 Ribu dalam sekali perjalanan.

"Kemudian, untuk armada bus AKDP yang ada di Terminal Mulyojati Metro ini tarif bus per orangnya naik hingga Rp 15 Ribu. Disini ada rute Rajabasa-Metro, Metro-Gayabaru, dan Metro-Kalirejo," ungkapnya.

Sementara untuk AKAP mengalami kenaikan mulai dari Rp 20 Ribu hingga Rp 50 Ribu dalam sekali perjalanannya. Hal itu disampaikan Renaldi, petugas Loket Bus PO Sinar Jaya.

"Kalau penurunan pembelian tiket semenjak dinaikkannya tarif tersebut belum ada, masih seperti hari biasa. Tapi kenaikan tiket Bus AKAP ini kan beda-beda, yang naik hanya Rp 20 Ribu ada juga yang naik Rp 50 Ribu, jadi karena perbedaan itu banyak penumpang yang pilih cari tiket yang naiknya tidak terlalu tinggi," tandasnya.  (*)

Editor :