• Senin, 26 September 2022

Pembayaran Tukin ASN Pringsewu Ditunda Jika Belum Vaksin Booster

Jumat, 19 Agustus 2022 - 18.44 WIB
77

Foto : Ist.

Kupastuntas.co, Pringsewu - Pj Bupati Pringsewu, Adi Erlansyah menyampaikan jika ASN dilingkup pemerintah setempat belum vaksin booster Covid-19, maka pembayaran tunjangan kinerja (Tukin) akan ditunda dahulu untuk sementara waktu. 

Adapun untuk guru yang belum melakukan vaksinasi booster maka pembayaran sertifikasi guru akan ikut tertunda. 

"Seperti yang sebelumnya saya sampaikan kenapa kita mulai dari PNS dulu setelah itu guru, supaya kita ini bisa menjadi teladan. Oleh karena itu, tadi saya sampaikan untuk tukin dan sertifikasi guru bulan selanjutnya ini kita tunda dulu pembayaranya kalau memang dia belum vaksin booster," ujar Adi Erlansyah usai ditemui setelah mengikuti kegiatan rapat satuan tugas covid-19 di Kabupaten Pringsewu, Jum'at (19/8/22).

Langkah tersebut menurut Pj Bupati Pringsewu cukup efektif untuk meningkatkan kesadaran para ASN dan Guru agar mereka melakukan vaksinasi tahap 3 secara sukarela. 

"Hal tersebut jadi dapat memicu semangat kesadarannya untuk melaksanakan vaksinasi booster. Kalau sampai bulan depan belum juga vaksinasi booster maka akan kita tunda pembayaranya," kata Adi.  

Sementara itu, pendataan akan dimulai dalam waktu dekat oleh Asisten III selaku penangung jawab bidang kepegawaian di lingkungan Pemkab Pringsewu. Sedangkan untuk pendataan para guru akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

Bukan hanya ASN dan guru, tetap  para pedagang juga diminta untuk segera melakukan vaksinasi bagi pekerja disana yang belum melaksanakan vaksin booster. 

Namun untuk sementara hal ini masih bersifat imbauan agar mereka secara sadar mau melakukan vaksinasi digerai vaksinasi terdekat. Sementara Pemkab Pringsewu juga akan segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait hal tersebut. 

"Kita himbau dulu sekarang untuk mereka seperti pedagang buah, pedagang klontong, hotel, tempat hiburan, restoran  dan sebagainya. Karena disitu banyak pembeli atau masyarakat yang datang ke sana. Apabila mereka sendiri tertular virus maka mereka akan menularkan lagi pada masyarakat juga sebab mereka di sana banyak berinterkasi dengan pengujung," Jelasnya. 

Capaian vaksinasi booster di Pringsewu masih berada di angka 16,58 persen sementara target nasional pada tahun 2022 ini mencapai 50 persen untuk vaksinasi booster. 

"Kita menyikapi perkembangan vaksin booster ini, secara nasional memang sampai tahun 2022 targetnya 50 persen dan memang secara nasional sampai akhir bulan juli kemarin capain vaksinasi booster masih 30an persen dan ranking 3 dari bawah untuk kabupaten/kota di Lampung, makanya perlu ada upaya percepatan untuk mendongkrang capain vaksinasi kita," tuturnya.

Sementara itu, dr. Ulinnoha selaku Kadinkes Pringsewu dalam pemaparanya di hadapan Pj Bupati Pringsewu mengatakan bahwa ada 4 hal yang membuat pelayanan vaksinasi jadi terhambat. 

Pertama, karena vaksin yang datang ke pringsewu selalu mendekati expired (kadaluarsa). Kedua, kurangnya minat masyarakat untuk vaksin booster. 

"Ketiga, belum dijadikannya dosis booster untuk persyaratan administrasi layanan masyarakat seperti bantuan sosial dan mengurus KTP. Penilaian capaian persentase vaksinasi masih berdasarkan faskes bukan berdasarkan domisili. Untuk capaian vaksinasi booster berdasarkan faskes sebesar 16,57 persen sedangkan berdasakan KTP baru 22 persen. (*)

Editor :