• Sabtu, 01 Oktober 2022

Kenali Kesehatanmu dan Kesehatan Kucingmu dengan Case Based Reasoning, oleh Parjito, S.Kom., M.Cs.

Jumat, 19 Agustus 2022 - 15.06 WIB
794

Parjito, S.Kom., M.Cs. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kucing adalah salah satu hewan yang mudah berbaur dalam kehidupan manusia, karena kucing merupakan salah satu hewan yang populer dikalangan masyarakat.

Meskipun banyak masyarakat yang sangat senang memelihara, menyayangi dan mencintai kucing, kenyataanya mereka masih banyak yang awam, alias belum paham dan mengetahui apakah kucing kesayangannya yang dipelihara atau yang ada disekitarnya sehat atau malah sedang mengalami sakit.

Juga masyarakat masih kurang dalam pengetahuan pemeliharan, pengobatan seperti pertolongan pertama yang harus diberikan kepada kucing yang sedang mengalami gejala sakit atau bahkan yang sedang sakit, sehingga kemungkinan dapat menyebabkan kematian pada kucing tersebut.

Hal ini juga dapat membahayakan kesehatan maupun keselamatan bagi manusia atau pemilik kucing itu sendiri.

Penyakit kucing umumnya muncul disebabkan beberapa faktor, diantaranya bakteri, virus atau parasite dilingkungan sekitar dan pola hidup kucing itu sendiri, sehingga virus dapat berkembang sendiri didalam tubuh kucing tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Kucing biasanya rentan terhadap suatu penyakit  menular sesama jenisnya dan terkadang penyakit tersebut sulit untuk dideteksi oleh sang pemilik karena penyakit kucing tidak sama seperti penyakit manusia yang mudah terdeteksi dari gejala-gejala yang muncul dan terlihat.

Hal ini menjadi masalah serius yang harus kita ketahui para pecinta kucing. Menanggapi hal tersebut, menjadi ketertarikan tersendiri bagi seorang yang ahli di bidang science yang dikolaborasikan dengan bidang ahli kesehatan, khususnya kesehatan hewan.

Sehingga dari perpaduan ilmu science yang didukung oleh data-data dari ahli kesehatan hewan, maka akan dapat digunakan untuk membuat sebuah sistem yang dapat membantu masyarakat dalam mengetahui penyakit yang sedang dialami oleh kucing.

Saat ini, salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dalam mengetahui penyakit yang sedang dialami oleh kucing adalah 'Decision Support System (DSS)' atau biasa disebut dengan Sistem Pendukung Keputusan.

Dengan adanya DSS harapanya dapat membantu masyarkat atau para pecinta kucing dalam mengetahui penyakit-penyakit umum pada kucing.

Ada tiga fase dalam proses pengambilan keputusan, yakni :

1. Proses penelusuran pengenalan masalah

2. Proses menganalisis alternatif dan dilakukan pengujian kelayakan solusi

3. Proses pemilihan alternatif yang akan diimplementasikan dalam proses DSS.

Untuk membantu dalam mengambil keputusan maka dibutuhkan juga parameter yang digunakan untuk mendukung keakuratan terhadap sebuah keputusan.

Misalnya jika kita ingin mengetahui penyakit yang sedang dialami oleh kucing, maka kita harus mengetahui :

1. Gejala yang ditimbulkan oleh kucing.

2. Lamanya kucing mengalami gejala atau sakit

3. Aktivitas sebelum kucing tersebut mengalami sakit

Semua parameter tersebut akan disimpan kedalam sistem seperti gejala-gejala penyakit umum pada kucing.

Dalam menyimpan parameter tersebut akan digunakan metode 'Case Based Reasoning (CBR)' supaya keputusan yang diberikan lebih akurat.

Case Based Reasoning merupakan metode yang digunakan untuk membuat sebuah sistem dengan cara pengambilan keputusan dari kasus baru berdasarkan solusi dari pengalaman sebelumnya.

Untuk memperluas pengetahuannya dengan cara memasukkan pengalaman yang baru ke dalam memori/basis data untuk digunakan memecahkan masalah yang baru dimasa yang akan datang, penyajian pengetahuan (knowledge representation) dibuat dalam bentuk kasus-kasus (cases) yang dipergunakan dalam sistem diperoleh dari catatan penanganan kasus diagnosis penyakit dari seorang dokter hewan, setiap kasus berisi masalah dan jawaban sehingga kasus lebih mirip dengan suatu pola tertentu.

Metode ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan sistem berbasis aturan (Rule Base System) dalam hal pengetahuan yang terletak pada kasus-kasus sebelumnya.

Metode rule base system juga dapat membantu ahli medis untuk mengidentifikasi suatu penyakit, dapat menampilkan solusi yang lebih akurat.

Namun penggunaan metode Case Based Reasoning (CBR) diilustrasikan seperti ingatan seorang dokter hewan ketika mendiagnosis hewan khususnya kucing.

Seorang dokter hewan akan teringat dengan hewan yang pernah ia rawat sebelumnya mempunyai kemiripan gejala yang sama sebelumnya, sehingga dokter dengan mudah menentukan diagnosis penyakit yang sedang dialami kucing.

Dalam hal ini tanpa menggantikan posisi ahli medis tetapi hanya membantu dalam memberikan keputusan serta dapat memberikan alternatif yang harus dipilih secara tepat.

Seperti pada sistem yang dibuat dapat menyediakan informasi terkait penanganan pertama yaitu dengan rekomendasi obat yang harus diberikan pada kucing hewan peliharaanya yang sedang terkena virus/sedang sakit

Dengan Case Based Reasoning (CBR) diharapkan dapat membantu manusia khususnya para pecinta kucing untuk lebih mengetahui keadaan hewan peliharaanya, apakah sehat atau malah sedang sakit.

Sehingga karena kepahaman kita terhadap hewan peliharaan kita kemungkinan untuk menularkan virus penyakit kucing kepada manusia menjadi 0 persen dan kesehatan hewan peliharaan kita maupun kesehatan manusia (kita sendiri) dapat selalu terlindungi.

Untuk itu, saatnya Kenali Kesehatanmu & Kesehatan Kucingmu Dengan Case Based Reasoning!. (*)