• Senin, 26 September 2022

13 dari 25 Warga Bakauheni Lamsel yang Keracunan Makanan Masih Dirawat di Puskesmas

Jumat, 19 Agustus 2022 - 17.59 WIB
201

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - 13 dari 25 korban keracunan di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), masih terkulai lemas hingga hari ini paska kejadian pada hari Rabu lalu (17/08/2022).

Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan, Abdul Muis menjelaskan, per hari ini Jum'at (19/08) pihaknya masih menangani 3 orang dari 11 pasien rujukan Puskesmas Bakauheni.

"Kemarin 11 orang di rujuk Puskesmas Rawat Inap Penengahan, sore pulang 1 pasien. Siang ini sisa 10 (pasien), Insyaallah nanti sore bisa pulang 7 dan sisa 3 masih dalam perawatan," urainya.

Abdul Muis mengaku, hanya merawat pasien limpahan dari Puskesmas Bakauheni dan tidak memiliki kewenangan untuk uji laboratorium sampel makanan nasi bungkus yang diduga menjadi pemicu keracunan massal itu.

"Maaf, itu bukan ranah kami sudah atau belum (uji sampel makanan). Kami hanya merawat pasien, karena di Puskesmas Bakauheni full bed (penuh)," pungkasnya.

Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Bakauheni, Zimmer Fernando Marpaung menjelaskan, sejak Kamis kemarin (18/08), Puskesmas setempat merawat 14 pasien dan 6 pasien di limpahkan ke Puskesmas Penengahan.

Data tersebut jelas tidak sinkron dengan pengakuan Abdul Muis, yang menyebutkan ada 11 pasien dirawat di tempatnya.

"Yang di Puskes Bakauheni 14 pasien, yang kami rujuk ke Puskesmas Penengahan 6 orang," ujarnya.

Ditanya jumlah pasien yang tersisa pada hari Jum'at sore, Zimmer menjawab 10 orang.

Disoal apakah pihaknya melakukan uji laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan. Zimmer mengatakan belum melakukan hal itu.

"Kata pak Kades (Hatta), sisa makanan sudah tidak ada. Tapi, staf kami masih coba telusuri," singkatnya beralibi.

Saat dihubungi, Sekretaris Dinas Kesehatan Lamsel, Hari Surya Wijaya untuk meminta tanggapan atas kasus keracunan berjamaah itu.

"Maaf, saya posisi sedang dinas luar dari kemarin. Mungkin bisa langsung sounding ke Kepala Dinas atau Kabid Yankes sebagai bidang yang menangani ya," kilahnya, sembari mengirim nomor Kepala Dinas Kesehatan dan Kabid Pelayanan Kesehatan.

Sayangnya, nomor telepon Kepala Dinas Kesehatan Lamsel, Johniansyah, tidak bisa dihubungi pada Jum'at sore tadi.

Ditemui di ruang rawat inap Puskesmas Penengahan, tiga pekerja proyek yang turut menjadi korban keracunan yakni Imat (33), Jajang (37) dan Tatang (47) sama-sama berasal dari Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, masih terkulai lemas di kasur.

Imat menceritakan kembali ketika dia dan kawan-kawan proyek pembangunan Masjid Siger, yang merupakan bagian dari mega proyek Bakauheni Harbour City sedang asyik lomba gaple pada malam 17 Agustusan.

"Jam 01.00 WIB dibeliin nasi bungkus sama kawan, baru 2 jam kemudian perut sakit," katanya.

Meski merasakan sakit perut, Imat sempat melanjutkan pekerjaan proyek sebelum akhirnya terserang diare, mual dan pusing-pusing.

"Enggak (ke puskes), pulang beresin coran. Sempat tidur, paginya langsung diare. Saya kan laporan ke mandor terus dibawa satu orang ke puskesmas, balik lagi (hari Rabu). Nah, besoknya 12 orang proyek dibawa ke Puskesmas (Kamis)," selorohnya.

Imat bersama temannya yang baru 1 bulan di Bakauheni itu, merasa tak ada yang aneh dengan makanan pada waktu itu mereka santap ramai-ramai.

Terakhir, dirinya pun sudah mengabari sang istri di kampung halaman, ihwal kejadian nahas yang menimpanya itu.

"Keluarga di Garut sudah dikabari, suruh pulang sama istri. Ya kaget lah istri dengar musibah ini," cetusnya sembari mengakhiri percakapan. (*)

Editor :