• Senin, 26 September 2022

Asyik Lomba 17-an, 25 Warga Bakauheni Lamsel Keracunan Nasi Bungkus

Kamis, 18 Agustus 2022 - 10.00 WIB
2.3k

Tampak sejumlah korban keracunan saat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas setempat. Foto: Handika/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Sejumlah 25 warga Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), keracunan usai menyantap nasi bungkus, ketika sedang lomba 17 Agustus menyemarakkan HUT Republik Indonesia.

Kapolsek Penengahan, Iptu Gobel membenarkan kejadian itu, dimana sumber makanan berasal dari sebuah warung makan dekat pintu masuk Menara Siger, Kecamatan Bakauheni.

"Betul, kami sudah memonitor kejadian tersebut (warga keracunan makanan)," ungkapnya, Kamis (18/08/2022).

Mulanya, warga RT 13 Dusun Penegolan, Desa Hatta, tengah mengikuti lomba gaple dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu dini hari (17/08), sekitar pukul 01.00 WIB

"Jadi, 25 orang itu mengkonsumsi makanan pada jam 01.00 WIB. Lalu, petang sekira pukul 19.00 WIB baru merasakan gejala keracunan seperti mual dan diare," imbuhnya.

Warga yang keracunan, kemudian dilarikan ke Puskesmas Bakauheni untuk mendapatkan penanganan medis.

Beruntung, sebagian besar warga sudah kembali ke rumah karena racun telah berhasil di netralisir.

"Setelah dirawat, 16 orang sudah diperbolehkan pulang dan tinggal 9 warga yang masih di Puskesmas Bakauheni," timpal Kapolsek.

Disoal apa penyebab makanan tersebut bisa mengakibatkan keracunan, Kapolsek menjawab begini.

"Makanan yang dikonsumsi diantaranya nasi rendang, ikan bawal, bumbu, sambal hijau, kuah sayur dan lalap timun. Kemungkinan, dari sambal yang sudah basi," urainya.

Polisi belum bisa berbuat lebih lanjut karena belum ada warga yang melapor ke Polsek Penengahan dan menunggu perkembangan kesehatan warga yang masih dirawat di Puskesmas setempat.

"Betul, kami belum menerima laporan. Tapi, kami terus memantau perkembangan kondisi warga yang masih dirawat," pungkasnya. (*)

Video KUPAS TV : Bidan Gelapkan 8 Mobil, Terjerat Hutang Rp 1 M