Penyakit Busuk Pangkal Batang Ancam Penurunan Produktivitas Lada di Lampung
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi saat dimintai keterangan. Foto : Dok/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Penyakit busuk pangkal batang pada tanaman lada yang disebabkan oleh jamur patogen P. capsici menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan produktivitas lada yang ada di Provinsi Lampung.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi mengungkapkan jika pihaknya saat ini tengah giat dalam melakukan teknik sambung pada jenis tanaman sirih-sirihan ini.
"Kendalanya saat ini adalah busuk pangkal, maka itu kita giatkan teknik sambung. Dibawahnya bisa lada liar atau melada kemudian diatas baru lada dengan tingkat produksi tinggi seperti natar 1 atau natar 2 atau varietas lainnya," kata dia saat dimintai keterangan, Minggu (14/8/2022).
Menurutnya, teknik sambung tersebut memiliki beberapa kelebihan seperti pohon akan lebih cepat berubah, hasil produksi lebih tinggi, proses pembuatan lebih cepat serta menghasilkan pohon lada yang perdu yang tidak menjalar dan tidak memerlukan tiang panjat.
"Dengan penempatan teknologi lada sambung tersebut harapannya untuk kedepan ada hasil yang lebih baik lagi dalam peningkatan produksi. Sebab lada ini berumur tiga tahun baru bisa menghasilkan buah," terangnya.
Baca juga : Ekspor Lada Asal Lampung Tembus Pasar Dunia, Capai 11.848 Ton dengan Nilai Rp584 Miliar
Kusnardi menerangkan, upaya lain dalam peningkatan produksi lada tersebut ialah dengan perluas lahan yang menggunakan cara sistem tumpang sari antara tanaman kopi dan lada.
"Produksi terbanyak dan perkebunan lada yang bagus dan masih teratur ada di Lampung Timur. Kemudian di Lampung Utara, Way Kanan dan sekarang tengah dikembangkan di Tanggamus," katanya.
Sementara itu data yang diperoleh dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, produksi lada di daerah setempat pada 2020 sebesar 15.589 ton dengan luas tanam mencapai 45.778 hektar.
Pada 2021 kemarin dari data sementara produksi lada di Lampung, luas area tanam tidak mengalami peningkatan yakni 45.778 hektar dan dapat menghasilkan 15.489 ton lada. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








