• Senin, 26 September 2022

Sudin Resmi Buka Sosialisasi Standarisasi Produk Pangan Perhutanan Sosial dan Akses Permodalan

Jumat, 12 Agustus 2022 - 00.40 WIB
1.1k

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, saat membuka bimbingan teknis tentang sosialisasi standarisasi produk pangan perhutanan sosial dan akses permodalan, di Hotel Horison Bandar Lampung, Kamis (11/8/2022). Foto: Istimewa.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, secara resmi membuka bimbingan teknis tentang sosialisasi standarisasi produk pangan perhutanan sosial dan akses permodalan, di Hotel Horison Bandar Lampung, Kamis (11/8/2022).

Sudin yang juga Ketua DPD PDI Perjungan Lampung itu mengatakan, telah diketahui bersama bahwa Provinsi Lampung adalah produsen utama hasil-hasil pertanian dan perkebunan terbesar di Indonesia.

“Ya seperti produksi jagung, singkong, beras, kopi, lada dan berbagai macam buah-buatan serta produk turunannya menjadi komoditas unggulan bahkan bisa sampai di ekspor ke luar negeri, inilah hebatnya negara kita,” kata Sudin.

Keberhasilan tersebut salah satunya karena kondisi hutan di Provinsi Lampung berfungsi sebagai penyangga sistem kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut dan menjaga kesuburan tanah.

“Di manapun tempat saya akan berkata, kalau terjadi banjir dan longsor mohon maaf rakyat kita malah menyalahkan Gusti Allah, ngomongnya cobaan dan lain-lain, sedangkan rakyat tidak sadar bahwa yang merusak hutan itu rakyat sendiri, jadi kalau ada banjir longsor ya salahkan diri sendiri, kenapa tidak menjaga lingkungan, kenapa tidak menanam pohon jadi jangan menyalahkan Gusti Allah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Sudin sebagai Ketua Komisi IV DPR RI dan secara pribadi sering mengingatkan masyarakat untuk jaga dan selamatkan hutan khususnya di Lampung.

Adapun upaya pemerintah untuk menjaga dan melestarikan hutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya sekitar hutan yaitu pemerintah melaksanakan program perhutanan sosial.

“Program ini membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitar hutan untuk mengajukan hak pengelolaan area hutan kepada pemerintah. Detelah disetujui maka masyarakat dapat mengolah dan mengambil manfaat dari hutan, tapi ingat dengan cara yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Sudin juga mengimbau agar produk hasil dari perhutanan sosial khususnya produk makanan dan minuman dapat diterima oleh pasar dan laku maka diperlukan teknik pengolahan pasca panen, seperti pengemasan yang baik dan bersih.

“Tidak hanya itu, kita juga harus memiliki pengetahuan tentang pasar, nah maka dari itu hari ini kita sama-sama belajar dan mendapatkan pengetahuan serta ilmu dari narsum yang kompeten di bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Sudin berharap, para peserta dapat membagikan ilmu dan pengetahuan yang didapat dalam kegiatan ini kemudian membagikan ilmu tersebut ke kelompok maupun lingkungan sekitar.

“Jangan hanya ditelan sendiri ilmunya, ingat Bapak Ibu sesungguhnya ilmu yang dibagikan tidak akan berkurang bahkan semakin tertanam di hati dan pikiran serta menambah pahala, semoga bimtek ini dapat bermanfaat bagi kita khususnya para peserta disini,” tandasnya. (*)