• Rabu, 28 September 2022

Rektor Unila Minta Pemprov Lampung Segera Lepas Hak Tanah Hibah di Kotabaru

Jumat, 12 Agustus 2022 - 18.42 WIB
2.1k

Rektor Universitas Lampung Prof Karomani saat ditemui di sela-sela kegiatan Dien Natalis Unila. Foto: Muhaimin/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Rektor Universitas Lampung Prof Karomani mengungkapkan, Unila telah mendapatkan hibah lahan dari pemerintah Provinsi Lampung lahan seluas 150 hektare di Kotabaru. Namun hingga saat ini, telah tiga tahun proses pelepasan haknya belum diwujudkan Pemprov.

Menurut Karomani, luas area kampus Unila saat ini terbilang sempit hanya 65 hektare saja, Ia pun membandingkan dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Universitas Riau (Unri) yang luasnya mencapai 700 hektare. Dan itu merupakan bagian dari kontribusi Pemda setempat.

Dengan lahan yang lebih luas menurutnya, Unila dapat memperluas kampusnya dan membangun infrastruktur lebih banyak untuk menjadi kampus yang lebih besar lagi.

“Saya betul-betul berharap pada pak Gubernur Lampung, Bapak Arinal Djunaidi, bahwa tanah yang sudah dihibahkan segera dilepaskan haknya karena kampus kita sekarang sudah tak memadai lagi ke depan," katanya saat ditemui, Jumat, (12/08/2022).

Karomani menambahkan, hal itu guna mendukung misi Unila menjadi universitas unggul sebagai world class university (WCU) yang menurutnya proses itu saat ini sedang berjalan.

"Unila tengah bergerak menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Maka dari itu terkait infrastruktur yang saat ini diharapkan dapat diperluas," jelasnya.

Menurutnya, dengan jumlah 40 ribu lebih mahasiswa, 1.500 dosen, dan 1.000 lebih tendik, maka luas kampus yang hanya 65 hektare dirasa sudah tak memadai lagi.

"Apalagi ketika masuk PTN-BH, berdiri rumah sakit pendidikan Unila, mall, hotel, asrama mahasiswa, dan sarana lainnya. Maka luasan kampus Unila saat ini sudah tidak memadai lagi," jelasnya.

Ia berharap dengan begitu Unila melompat jauh menjadi PTNBH. Punya kampus baru di Kotabaru. Di kampus utama akan menjadi pusat perkantoran dan pusat bisnis karena itu akan ada hotel, apartemen, dormitory mahasiswa, dan lainnya.

"Dengan gitu pendapatannya setelah menjadi PTN-BH bisa lebih dari 1 trilliun,” pungkasnya. (*)