• Senin, 26 September 2022

Kualitas Kedelai Lokal Lampung Kurang Diminati Distributor dan Pembeli

Jumat, 12 Agustus 2022 - 16.10 WIB
43

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi, saat dimintai keterangan, Jumat (12/8/2022). Foto:Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi menjelaskan, kualitas kedelai lokal yang dihasilkan petani di Lampung kurang diminati distributor dan pembeli.

"Kedelai lokal ini kurang bisa diterima oleh distributor atau pun pembeli dari cita rasa yang berbeda dengan kedelai impor. Ini hanya soal waktu saja, kalau dibiasakan InsyaAllah semua akan terbiasa," kata Kusnardi, saat dimintai keterangan, Jumat (12/8/2022).

Kusnardi menjelaskan, Provinsi Lampung memiliki lahan yang cukup luas untuk dapat ditanami kedelai lokal dengan produksi kurang lebih mencapai 2,5 ton per hektare.

"Potensi lahan yang ditanami kedelai lokal ada di semua daerah. Dari tiap-tiap daerah yang ada di Lampung, ada lebih dari 10 ribu hektar tanah yang siap ditanami kedelai lokal," lanjutnya.

Menurutnya, daerah yang memiliki lahan paling luas untuk ditanami kedelai lokal ialah Kabupaten Tanggamus dengan luas lahan mencapai 60 hektare.

"Setiap panen ini bisa menghasilkan 2,5 ton per hektar berupa kedelai yang sudah jadi dan siap diolah. Sementara untuk hasil basahnya, kalau dipanen bisa mencapai 4 ton per hektar," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Kusnardi meminta kepada masyarakat Lampung untuk terbiasa mengkonsumsi kedelai lokal guna menghindari ketergantungan impor kedelai.

"Impor kedelai sekarang harganya sedang tinggi akibat perang Rusia dan Ukraina. Maka masyarakat seperti produsen tempe dan tahu harus terbiasa menggunakan kedelai lokal," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : Ada Bayi Dibuang Lagi di Bandar Lampung