• Senin, 26 September 2022

Ingin Ikut Upacara HUT RI, Bapak dan Anak Kendarai Motor dari Sumut ke Istana Negara

Rabu, 10 Agustus 2022 - 13.39 WIB
34

Reza Kurnia Aritonang (17) saat dimintai keterangan di halaman kantor Gubernur Lampung, Rabu (10/8/2022). Foto:Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Reza Kurnia Aritonang (17) bersama sang ayah Ruslan Aritonang (47) mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit tahun 2005 menuju ke Istana Negara di Jakarta Pusat.

Warga Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, mengendarai sepeda motor untuk menuju ke Istana Negara lantaran ingin mengikuti upacara HUT RI ke-77 bersama dengan Presiden Joko Widodo.

Honda Supra Fit yang ia kendari didesain sedemikian rupa dengan dipasang bendera dan juga ornamen yang khas berwarna merah putih. Sementara di plat kendaraan bertuliskan Penjelajah Indonesia Tujuan Istana Negara.

Saat dimintai keterangan ketika tengah beristirahat di halam kantor Gubernur Lampung pada, Rabu (10/8/2022) pagi, Reza mengaku jika ia bersama ayah nya telah meninggalkan rumah sejak 13 Juli 2022 yang lalu.

"Kami dari Asahan Sumatera Utara mau ikut upacara HUT RI ke-77 di Istana Negara bersama pak presiden. Kami sudah berangkat sejak tanggal 13 Juli dan mengendarai sepeda motor Supra Fit kesayangan melalui jalan lintas timur," kata dia saat dimintai keterangan.

Ia mengungkapkan jika perjalanannya dari kampung halaman ke Istana Negara membutuhkan waktu lama dan diselengi dengan istirahat lantaran kondisi motor yang kerap kali mengalami mogok.

"Kalau singgah kami tinggal di mess atau di masjid, motornya sering mogok karena sudah tua ya. Jadi yang sering terjadi itu kabulator nya minta ganti atau ganti oli yang harus rutin dilakukan," katanya.

Reza menjelaskan jika tujuannya singgah keberbagai daerah juga salah satunya untuk mengenal adat, budaya, suku serta karakter masing-masing masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

"Saya sebagai generasi muda ingin tahu adat dan budaya setiap daerah yang saya singgahi. Karena sekarang ini jarang sekali generasi muda untuk melakukan perjalan dan mengenal budaya daerah lain," terangnya. (*)


Video KUPAS TV : Ada Bayi Dibuang Lagi di Bandar Lampung