• Rabu, 28 September 2022

Dites Urine Secara Acak, 50 Warga Binaan Lapas Kalianda Dinyatakan Negatif Narkoba

Rabu, 10 Agustus 2022 - 19.08 WIB
56

Kalapas Kelas IIA Kalianda Dr. Tetra Destorie Imantoro( tengah) foto bersama usai BNNK Lampung Selatan melakukan uji sampling urine kepada warga binaan dan pegawai Lapas, Rabu (10/08/2022).

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mendadak melakukan tes urine secara acak kepada puluhan warga binaan hingga petugas.

Kalapas Kelas IIA Kalianda, Tetra Destorie mengatakan, secara blak-blakan telah merintis perubahan paradigma bahwa Lapas bukan lagi tempat bagi peredaran Narkoba.

"Hari ini kami menurunkan kekuatan penuh yakni seluruh pegawai di Lapas Kalianda bersama BNNK Lampung Selatan, melakukan uji sampling urine kepada warga binaan dan pegawai," bebernya, usai memimpin kegiatan tes urine acak pada Rabu (10/08/2022).

Menariknya, Kalapas mempersilahkan petugas dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lamsel dan awak media yang datang untuk menunjuk warga binaan dari empat blok yang ada.

"Untuk warga binaan kita mengambil sampel 50 orang dari 4 blok dan petugas sejumlah 15 orang. Yang jelas, kami mengambil sampel secara acak dan bukan kami yang menunjuk siapa-siapa warga binaan tetapi kami meminta bantuan dari BNNK dan kawan-kawan media sendiri," lanjutnya.

Hal itu, seolah secara tegas menepis anggapan bahwa uji sampel urine warga binaan telah menjadi agenda rutin dan bisa dikondisikan.

"Agar fair, bukan kami mengkondisikan dan ini juga evaluasi bagi kami jika terjadi hal-hal yang kurang baik," pungkas Tetra Destorie.

Senada, Kepala BNNK Lamsel, AKBP Ikhlas mengamini statemen Kalapas jika proses pengambilan sampel dilakukan secara acak alias random sampling.

"Dimana tadi pemilihan sampel secara acak dibantu teman-teman wartawan sebagai uji petik, artinya tidak ada yang dipilih-pilih.

Sebanyak 50 sampel warga binaan dan 15 pegawai Lapas jadi jumlah semuanya 65 kita ambil sampel urine," ujarnya.

"Alhamdulillah, semua dinyatakan negatif. Tidak ditemukan penyalahgunaan Narkotika yang berada di komplek atau kawasan Lembaga Pemasyarakatan Kalianda ini," timpalnya lagi.

Disoal apakah tes urine merupakan kegiatan yang rutin dilakukan, Ikhlas menolak secara halus argumentasi itu.

"Kita lihat situasional, jadi tidak bisa direncanakan. Kalau dipandang perlu besok ya kita laksanakan lagi, situasional," tegasnya.

Ikhlas mengatakan jika ada napi yang positif, pihaknya kan menindaklanjuti hal itu.

Kalau ditemukan yang positif, kita akan telusuri barangnya berasal dari mana. Kemudian, kita juga melakukan upaya rehabilitasi," ucapnya. (*)


Editor :