• Senin, 26 September 2022

Masuki Musim Panen, Petani Cabai di Pringsewu Hasilkan Setengah - Satu Ton Cabai Per Hari

Selasa, 09 Agustus 2022 - 17.24 WIB
79

Luky Adrian selaku Pengawas Benih Tanaman Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pringsewu. Foto: Gamel/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu - Dinas Pertanian Pringsewu melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura menyampaikan bahwa saat ini petani cabai di Pringsewu tengah memasuki musim panen cabai.

Luky Adrian selaku Pengawas Benih Tanaman Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura mengatakan bahwa panen sudah mulai dilakukan sejak bulan Juni lalu. Dan dari Kecamatan Adiluwih sebagai sentra pertanian cabai di kabupaten setempat, setiap harinya petani dapat memanen cabai sebanyak 0,5 ton hingga 1 ton.

Menurut Luky kebutuhan pasar akan cabai di Pringsewu rata-rata per bulan sebanyak 30 ton cabai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Kalau kita hitung kasar berdasarkan jumlah penduduk di Pringsewu, kita butuh sekitar 30 ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan cabai di Pringsewu," Ujar Luky, Selasa (9/8/22).

Kendati begitu, panen masih akan dilakukan sampai beberapa waktu kedepan hingga September mendatang.

"Agustus dan September kita masih bisa panen lagi karena petani saat memetik hasil panen di bulan Juni itu mereka sekaligus menanam kembali cabai yang baru sehingga dalam satu lahan bisa panen dua kali. Lalu, bulan Oktober-Desember kita akan tanam bibit lagi dan diperkirakan  panen di bulan Februari-Maret sebelum bulan puasa," Jelasnya.

Untuk di Pringsewu, wilayah terbesar penghasil cabai berada di Kecamatan Adi Luwih dengan luas lahan sekitar 190 hektar.

Dari luas lahan tersebut 150 hektar ditanami cabai besar dan 40 hektar lagi ditanami cabai rawit.

"Di wilayah lain juga ada tapi hanya sedikit saja lahan yang dipakai untuk menanam cabai," Katanya.

Memang Pringsewu saat ini tengah mendulang hasil panen tanaman cabai, namun hal tersebut bukan berarti dapat langsung mempengaruhi harga cabai di pasaran karena salah satu faktor yang dapat mempengaruhi harga cabai adalah ketersediaan barang dan kondisi harga sarana produksi tanaman.

"Meskipun di Pringsewu sudah ada panen cabai, tetapi sepertinya sulit untuk mengembalikan harga cabai seperti semula. Karena sarana produksi seperti pupuk dan pestisida masih mahal," Terangnya.

Disampaikan juga oleh Pengawas Benih Tanaman Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Pringsewu bahwa harga jual cabai dari petani ke pengepul atau tengkulak saat ini berada di angka Rp50 ribu per kilo.

Sementara itu, dari data yang diperoleh Dinas Pertanian tentang jumlah produksi cabai di periode Juni 2022 cenderung menurun dibandingkan periode Juni tahun 2021. Dimana pada Juni 2022 hasil produksi panen sebanyak 657 kwintal untuk cabai besar dan sebanyak 162 kwintal untuk komoditas cabai rawit.

Dan pada Juni 2021 produksi panen cabai berjumlah 1.900 kwintal untuk cabai besar dan 525 kwintal untuk cabai rawit. (*)