• Senin, 26 September 2022

Harga Potongan Singkong Naik Usai Sidak, Petani Lampura Kecewa

Selasa, 09 Agustus 2022 - 17.24 WIB
192

Foto : Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Utara - Persatuan petani singkong (PPS) mengaku kecewa pasca inspeksi mendadak (sidak) yang telah dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan DPRD Lampung Utara pada hari Senin (8/8/2022).

Hal tersebut diutarakan Ketua PPS Lampura,  Rizky Apriansyah Abung. Ia mengatakan pihak nya kecewa karena pasca sidak, potongan singkong di kabupaten setempat naik.

"Kami dukung atas apa yang telah dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan DPRD Lampura untuk mengendalikan harga singkong, tetapi kami kecewa dikarenakan pasca sidak yang dilakukan justru potongan harga singkong naik bukannya turun," ujar Rizky, Selasa (9/8/2022) kepada Kupastuntas.co.

Menurutnya, potongan harga singkong naik 3 persen perkilogram dari standar potongan sebelum dilakukannya sidak oleh DPRD dan Disdag Lampura.

"Singkong kasesa itu potonganya 15 persen tetapi malah berubah menjadi 18 persen dan untuk singkong Tahiland itu dari potongan 20% naik menjadi 23%, hal tersebut justru merugikan para petani singkong," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan memperjuangkan hak petani singkong yang merasa dirugikan.

"Kami tidak akan tinggal diam dan akan terus memperjuangkan hak agar kami tidak merugi karena anjloknya harga singkong," tutupnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Disdag Lampura, Hendri mengatakan bahwa kenaikan potongan harga singkong bukan disebabkan oleh sidak yang dilakukan.

"Jadi naiknya potongan tersebut bukan karena sidak yang dilakukan, tetapi memang sudah instruksi dari pusat perusahaan  tersebut," ujar Hendri saat dimintai keterangan.

Hendri menjelaskan, Disdag dan DPRD Lampura mencoba merespon keluhan petani tentang harga singkong yang murah.

"Sidak kemarin adalah bentuk respon untuk mengendalikan harga singkong dan diharapkan lebih baik, tetapi justru pasca sidak dari pihak perusahaan pusat perusahaan menaikan potongan 3 persen dari setiap kilo singkong," tandas Hendri.

Untuk diketahui, pada hari Senin (8/8/2022) Ketua DPRD Lampura yakni Wansori dan perwakilan Komisi satu dua tiga dan empat hadir, dan juga Kepala Dinas Perdagangan Hendri menyikapi keluhan petani singkong, dan pada hari tersebut justru potongan singkong naik 3 persen. (*)


Editor :