• Senin, 26 September 2022

Wisata Seru dan Murah di Penangkaran Rusa Tahura Wan Abdul Rachman Kemiling

Senin, 08 Agustus 2022 - 16.54 WIB
48

Pengunjung saat memberikan pakan rusa di penangkaran rusa yang beralamat di Jalan Wan Abdurrahman, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Senin (8/8/2022). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Wisata Taman Penangkaran Rusa yang berada didalam kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rachman menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisawatan setiap harinya.

Untuk menuju ke taman penangkaran rusa yang beralamat di Jalan Wan Abdurrahman, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung tersebut cukup mudah dijangkau.

Taman penangkaran rusa yang dibangun pada tahun 2012 silam berjarak kurang lebih 10 kilometer dari pusat Kota Bandar Lampung dan bisa ditempuh kurang lebih 25 menit menggunakan kendaraan roda empat.

Jika perjalanan ditempuh melalui Jalan Teuku Cik Ditiro, kita akan disuguhkan pemandangan dengan pepohonan rindang yang akan diselipi pemukiman penduduk serta suasana yang sejuk dan asri.

Untuk dapat menikmati pemandangan yang disuguhkan, para pengunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp6.000 per orang dan biaya parkir kendaraan sebesar Rp5.000 untuk roda empat dan Rp3.000 untuk kendaraan roda dua.

Di dalam lokasi tersebut kita akan melihat puluhan rusa ditempat penangkaran serta dapat berinteraksi langsung dengan ikut memberi pakan berupa rumput gelagah yang bisa dibeli seharga Rp5.000 per ikat.

"Pengunjung yang mau kasih makan rusa bisa beli rumput, ini harganya Rp5.000 per ikat. Jadi memang tidak boleh sembarangan dalam memberikan pakannya," kata Rudi (40) salah seorang petugas yang berjaga saat dimintai keterangan, Senin (8/8/2022).

Indukan rusa yang ada di Tahura Wan Abdul Rachman tersebut didatangkan langsung dari Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dengan jumlah awal sebanyak 24 ekor.

"Sekarang jumlahnya kurang lebih ada 42 ekor rusa, yang masih kecil atau anakan itu ada 6 ekor. Sisanya campur ada betina dan juga jantan," terangnya.

Rusa yang ada di Tahura tersebut berjenis rusa timor atau rusa timorensis yang masuk kedalam salah satu jenis rusa tropis dengan persebaran paling luas di Indonesia.

Rusa timor tersebar mulai dari Jawa, Bali, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara termasuk Timor Leste, Sulawesi serta Maluku.

Tujuan penangkaran rusa di Tahura Wan Abdul Rachman tersebut guna mendapatkan spesimen rusa timorensis yang masih tergolong satwa liar dalam jumlah mutu, kemurnian, jenis dan keanekaragaman genetik yang terjamin.

"Selain dikasih makan rumput kami juga kasih pakan berupa dedak dan sentrat. Itu kami berikan tiga kali dalam seminggu. Sisanya kami kasih rumput. Didalam penangkaran juga ada kolam untuk rusa mandi dan minum. Jadi seolah dia ada di alam bebas," katanya. 

Dikonfirmasi terpisah Sari (26) memilih mengajak keluarga nya untuk berkunjung ke penangkaran rusa Tahura Wan Abdul Rachman lantaran lokasinya mudah terjangkau dan biaya masuk yang murah.

"Pilih kesini karena dekat rumah saya di Way Halim, pingin mengenalkan ke anak-anak rusa itu seperti apa. Selain itu tempat nya juga dekat dan mudah dijangkau," kata Sari saat dimintai keterangan. (*)