• Senin, 26 September 2022

Oknum PNS di Tanggamus serta Tiga Rekannya Ditangkap Polisi Gegara Narkoba

Senin, 08 Agustus 2022 - 19.28 WIB
117

Empat tersangka kasus narkotika dan barang bukti saat diamankan di Mapolres Tanggamus. Foto : Ist.

Kupastuntas.co, Tanggamus - EJ (29), Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu kecamatan di Kabupaten Tanggamus, ditangkap polisi terkait kasus narkoba. 

EJ ditangkap bersama tiga rekannya yakni, AS alias Jajang (26), dan DS (32), keduanya warga Pekon Banding Agung, Kecamatan Talang Padang, serta, NR (32), warga Pekon Way Halom, Kecamatan Gunung Alip.

Sementara seorang lainnya berinisial S, yang berperan sebagai penyedia barang haram (narkoba), warga Kecamatan Talang Padang, ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Kasatres Narkoba Polres Tanggamus, AKP Deddy Wahyudi mengatakan, EJ bersama tiga rekannya ditangkap atas laporan masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika di Pekon Way Halom, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus.

Lalu dari hasil penyelidikan polisi berhasil menangkap NR, pemilik rumah yang sering digunakan tempat transaksi dan pesta narkoba, di rumahnya di Pekon Way Halim, Kecamatan Gunung Alip.

Dari "nyanyian" NR, polisi lalu berhasil menangkap dua pengedar sabu yakni AS dan DS, di Pekon Banding Agung, Kecamatan Talang Padang.

Dari pengembangan, polisi lalu meringkus EJ, saat berada di rumah kontrakannya di Pekon Sumanda, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.

Polisi juga bergerak ke rumah S, yang berperan sebagai penyedia sabu di Kecamatan Talang Padang, tetapi S tidak ada di rumah.

"Keempat tersangka berhasil ditangkap Jumat 5 Agustus 2022 sekira 00.30 WIB. Sedangkan seorang lainnya berinisial S ditetapkan menjadi DPO," kata AKP Deddy, di Mapolres Tanggamus, Senin (8/8/2022). 

Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Dari tersangka EJ diamankan 2 pipa kaca (pirex), 2 alat hisap sabu, 4 sedotan, dan 2 korek api gas.

Dari tersangka diamankan alat hisap sabu 7 plastik klip bekas pakai, pipa kaca (pirex),  4 sedotan  2 bundel plastik klip, handphone dan kotak rokok.

Lalu dari tersangka as alias Jajang diamankan 5 plastik klip berisi sabu berat 0,81 gram, 2 plastik klip sisa pakai, bundel plastik klip, dompet warna merah bercorak bunga  dompet warna hitam dan handphone.

"Dan dari DS diamankan barang bukti alat hisap sabu, pipa kaca (pirex), handphone dan korek api gas," ujar Deddy.

Deddy mengungkapkan, modus operandi dan peran masing-masing tersangka, AS dan DA membeli barang haram (sabu) kepada seorang bandara yang telah diketahui identitasnya dan dalam pengejaran polisi.

Lalu sabu tersebut dipecah di rumah NR, dimana rumah NR ini juga dijadikan tempat pesta sekaligus tempat transaksi penjualan sabu.

"Jadi tersangka NR dan EJ ini membeli sabu dari AS dan DA di rumah NR, lalu sabu itu dipakai di rumah NR bersama-sama, ada juga sabu yang dibawa pulang EJ ke kontrakannya dan dipakai di kontrakan,"  terang Deddy.

Menurut Deddy, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus ini. "Terhadap tersangka dijerat pasal 112 dan 127 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, ancaman maksimal 12 tahun penjara," tegas Deddy.

Terpisah, EJ, oknum PNS mengaku mengenal sabu baru beberapa bulan dan awalnya coba-coba. "Saya belum lama pakai (sabu), sekali beli Rp100 ribu," aku EJ.

Tersangka AS, selaku penyedia sabu mengaku bersama tersangka DS membeli sabu dari seorang bandar, kemudian barang tersebut diedarkan di wilayah kecamatan Talang Padang.

"Barangnya saya Edarkan di wilayah Talang Padang saja," kata AS yang memiliki tato di lengan kirinya.(*)


Editor :