• Senin, 26 September 2022

Niat Hati Buat Kartu BPJS KIS, Warga Way Kanan Diduga Ditipu Oknum Pegawai Dinsos

Senin, 08 Agustus 2022 - 20.50 WIB
222

Mada staff honorer Dinsok Way Kanan terduga pelaku penipuan. Foto: Rahman/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan - Sungguh malang nasib yang menimpa seorang warga Way Kanan ini, maksud hati ingin membuat kartu BPJS KIS untuk istrinya melahirkan, dirinya malah tertipu oleh salah satu staf honorer Dinsos Way Kanan.

Hal itu berdasarkan pengakuan H (22) warga Desa Banjar Masin, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan yang diduga ditipu oleh salah satu staf honorer Dinsos Way Kanan bernama Mada saat ia ingin membuat kartu BPJS KIS.

"Saya bikin kartu BPJS itu bulan 12 yang lalu, dan sampai sekarang kartu BPJS saya belum jadi, dan bahkan istri saya sekarang sudah lahiran," ujarnya saat memberikan keterangan Senin (08/08/2022).

H mengatakan, saat ingin membuat kartu BPJS Ia diminta uang Rp250 ribu per kepala dan telah memberikan uang kepada Mada staf honorer Dinsos Way Kanan sebesar 500 ribu.

"Saya sudah kasih uang 500 ribu sama Mada itu, malam itu saya kasih uangnya di rumahnya, karena saya ingin cepat istri saya mau lahiran," ungkapnya.

Menurut H, Ia bukanlah satu-satunya korban yang tertipu dan sampai sekarang uang belum dikembalikan oleh Mada. Oleh sebab itu Ia meminta Mada bertangung jawab mengembalikan uangnya.

"Saya minta uang saya itu dikembalikan saja mas, uang itu saya carinya susah, pas istri saya lahiran saja saya komunikasi sama dia untuk mengembalikan uang saya, bahkan saya kirim vidio istri saya di RS, tapi tetap dia tidak mengembalikan uang saya, untuk yang korban bukan saya sendiri mas, tapi gak tau uang saudara saya itu udah dipulangin apa belum, pokoknya saya ingin uang saya dikembalikan saja," tuturnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi Kadis Sosial Kabupaten Way Kanan Bismijanadi mengatakan, untuk bersabar, Ia sedang berada di RS dan akan mengecek kebenaran kasus ini.

"Sabar dulu ya, nanti kalau saya sudah keluar RS langsung diselesaikan, kita akan cek dulu," tutupnya.

Sedangkan Mada, hingga berita ini dirilis belum dapat dimintai tanggapan, pesan WA belum dibaca dan telpon tidak diangkat. (*)