Banyak Kasus Pembuangan Bayi, MUI Lampung: Gambaran Sosial Masyarakat yang Sedang Sakit
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Prof KH Mohammad Mukri. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung menyebut, banyaknya kasus pembuangan bayi di Lampung akhir-akhir ini menggambarkan kondisi sosial masyarakat yang 'sedang sakit'.
Terbaru, Kasus Pembuangan bayi terjadi di di Jalan Kamboja samping Gang Karya Bakti, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Jumat (5/8) sekitar pukul 05.30 WIB.
Bayi tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 1,6 kg dan panjang 36 cm. Namun, sayangnya bayi tersebut meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Saya kira kasus seperti ini menggambarkan kasus sosial masyarakat yang ada. Sehingga perlu menjadi perhatian dan keprihatinan semua pihak, terutama pemerintah," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Prof KH Mohammad Mukri saat dikonfirmasi, Senin (8/8/2022).
Untuk penyebab pembuangan anak atau bayi ini juga disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya akibat hamil di luar nikah, atau kehamilan yang tidak dikhendaki.
"Tapi yang seperti ini perlu menjadi perhatian yang membuang anak ini kan ibu, jadi harus mencari tahu apa alasannya. Sehingga perlu perhatian semua pihak untuk mengantisipasi bersama. Selain itu, tanggungjawab atau mental yang perlu sama-sama kita benahi. Lantaran jelasnya, Ibu yang membuang anaknya pasti ada alasan, sehingga perlu duduk bersama untuk menyelesaikan," ucapnya.
"Membuang anak adalah bentuk ekspresi sikap masyarakat yang sedang 'sakit'. Ini adalah sakit psikologi apakan akibat Covid-19, atau ekonomi, bahkan pergaulan bebas,"lanjutnya.
Mukri menilai, kasus seperti ini tidak bisa menyalahkan satu orang saja, tapi menjadi tanggung jawab bersama semua pihak tak hanya orang tua atau pemerintah.
"Kehidupan sekarang kan bebasnya luar biasa. Masyarakat milenial ada transformasi pergeseran yang luar biasa, salah satunya efeknya seperti ini. Maka ini kita harus duduk bareng mencari solusinya seperti apa," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Hadiri Rakernas PJ91, Wagub Jihan Tekankan Budaya Gotong Royong Dukung Pembangunan Daerah
Sabtu, 20 Juni 2026 -
Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung 8 Jam Terkait Penyertaan Modal Awal PT LEB Rp10 Miliar
Sabtu, 20 Juni 2026 -
Pemprov Matangkan Peluncuran Lampung In Versi 2
Jumat, 19 Juni 2026 -
Lampung Terpilih Jadi Tuan Rumah Pekan Nasional Tani dan Nelayan XVIII Tahun 2029
Jumat, 19 Juni 2026








