• Senin, 08 Agustus 2022

Donald Harris Sihotang Ajak Pemuda GMKI Kreatif dan Bijak Menggunakan Media Sosial

Jumat, 05 Agustus 2022 - 21.59 WIB
95

GMKI saat menggelar Konferensi Studi Wilayah II, di Balai Keratun Pemerintah Provinsi Lampung, Jalan Wolter Monginsidi, Gotong Royong, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Jumat (05/08/2022). Foto: Eva/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Donald  Harris Sihotang, mengajak para anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) kreatif dan bijak menggunakan media sosial. Media sosial bisa menjadi peluang dan sekaligus bisa menjadi masalah.

“Tergantung penggunanya. Di tangan orang yang kreatif bisa menjadi positif. Namun di tangan orang yang latah bisa menjadi pidana,” katanya, saat menjadi pembicara dari unsur jurnalis dalam kegiatan Konfrensi Studi Wilayah II Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), di Balai Keratun Pemerintah Provinsi Lampung, Jumat (05/08/22).

Pers jelasnya, dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik, yaitu mencari, memperoleh, memiliki, mengolah, menyimpan dan menyiarkan berita    mengacu pada kode etik jurnalistik dan UU pers No.40 tahun 1999.

Sebagai salah satu perwujudan kedaulatan rakyat pers merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam hal ini kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana dijamin dalam oleh UUD 1945 dapat disalurkan dan terwujud melalui pers yang merdeka.

“Adanya kemerdekaan pers akan mampu menjaga kemajemukan, keanekaragaman baik pikiran, pendapat, budaya, sehingga dapat mencegah munculnya otorianisme dalam semua bidang,” ujarnya.

Kontribusi pers dalam membangun karakter generasi muda di era digital terang CEO Kupas Tuntas Grup itu, yakni dengan memberikan ruang pemberitaan untuk generasi muda yang menyangkut moral, karakter, budaya dan gaya hidup. Pers tidak menyajikan informasi yang mengandung unsur SARA, dan bersifat provokasi.

Generasi muda berperan membangun karakter positif bangsa melalui kemauan keras, untuk menjunjung nilai-nilai moral serta menginternalisasikannya pada kehidupan nyata.

“Generasi muda menjadi role model dari pengembangan karakter bangsa yang positif, dengan berinisiatif membangun kesadaran kolektif dengan kohesivitas tinggi, misalnya

menyerukan penyelesaian konflik. Generasi muda berperan dan berprestasi dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan, serta terlibat dalam proses pembelajaran dalam pengembangan karakter positif bangsa sesuai dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Menghadapi era digital, jelas mahasiswa program doktor itu, pemuda sebagai generasi penerus bangsa kiranya dapat berperan dalam membuat dan menyampaikan narasi-narasi yang positif kepada masyarakat.

“Pemuda menjadi pelopor dalam menciptakan ekonomi kreatif dan ekonomi digital dengan memanfaatkan media sosial. Membendung dan meminimalisir penyebaran hoaks dengan membanjiri media sosial menggunakan konten yang membangun optimisme dan semangat kebangsaan, menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, ketua DPD RI, Aa Lanyalla Mahmud Mattaliti menyebutkan beberapa hal yang mempengaruhi ekonomi digital yaitu kesiapan sumber daya manusia. SDM merupakan pilar dasar dalam inovasi digital.

Ia berpesan kepada para kader GMKI untuk menjadi agent of change di wilayahnya masing-masing. Jangan sampai potensi yang ada di daerah hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu.

Mewakili Kapolda Lampung, AKBP Yamil menyampaikan tentang ancaman dalam negara. Seperti terorisme, ideologi dan korupsi.

Ia juga berharap pemuda dapat memahami secara sadar sebagai warga negara tentang nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

M. Abi Berkah Nadli, dosen ITERA memberikan motivasi pada seluruh mahasiswa dan aktivis untuk semangat melakukan perubahan dan menciptakan sesuatu yang lebih baik.

"Melakukan perubahan besar dalam hidup memang terasa agak menakutkan, tapi penyesalan itu lebih menakutkan. Sudah waktunya pemuda menjadi agent of change. Jangan sampai penyesalan  datang karena berpikir masih muda dan santai. Sudah saatnya berperan,” katanya.

Ketua Umum GMKI Jefri Gultom, menilai anak muda mempunyai peran yang sangat besar, tetapi mereka sering terlena dengan zona nyaman.

"Padahal kita punya kemampuan dan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang besar. Dalam organisasi ini kita tidak hanya belajar tentang bagaimana kepemimpinan yang baik tapi juga kita bisa memperluas jejaring membangun komunikasi untuk melakukan hal-hal yang baik," ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri mahasiswa dan aktivis GMKI dari berbagai provinsi, meliputi Lampung, Palembang, Bengkulu, Jambi dan Pangkal Pinang. (*)