• Senin, 08 Agustus 2022

Lapor Pak Bupati, Beberapa Sapi di Sungkai Utara Lampura Mati Diduga Kena PMK

Selasa, 02 Agustus 2022 - 13.55 WIB
122

Penampakan sapi warga di Sungkai Utara yang diduga terkena PMK, terlihat hidung sapi mengeluarkan cairan putih dan beberapa gejala lain yang mirip dengan indikasi PMK. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Utara - Warga Desa Negara Ratu Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara menyebut sapi ternak di wilayahnya terindikasi terkena penyakit mulut dan kaki (PMK).

Hal tersebut berdasarkan keterangan Andi (23) pemuda Desa Negara Ratu, yang juga merupakan Sarjana Peternakan Unila. Menurutnya kematian sapi itu sudah terjadi sejak dua minggu yang lalu.

"Para peternak sapi minta tolong ke saya untuk mengecek sapi mereka itu karena ada ciri-cirinya terkena PMK, kayak nafsu makan berkurang mulut mengeluarkan busa, nafas tidak teratur bahkan ada beberapa kuku ternak yang patah," ujar Andi. Selasa (02/08/22).

Ia melanjutkan, di beberapa Desa di sungkai Utara terdapat sekitar 7-8 sapi yang sudah mati yang diduga disebabkan oleh PMK.

"Ada beberapa sapi yang sudah mati sekitar 7-8 sapi, dan pihak Dinas Pertanian dan Peternakan belum tau ataupun warga desa belum mau melaporkannya, karena akses ke Kotabumi itu jauh," tandasnya.

Ia juga mengatakan, telah ada upaya dari Dinas Pertanian dan Peternakan Lampura dalam mencegah PMK di Desanya melaui penyuntikan vaksin PMK.

"Beberapa waktu yanga lalu sudah ada penyuntikan dosis vaksin PMK, tapi belum memadai ataupun belum maksimal menurut saya," tandasnya.

Ia berharap, dengan informasi yang diberikannya dapat menggerakkan pihak Dinas Pertanian Peternakan untuk menanggulangi penularan PMK di wiliayah Sungkai Utara.

"Warga minta tolong ke saya untuk disampaikan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan, sehingga saya berharap hal ini perlu ada tindakan lebih tegas terkait penyakit PMK, baik dari memperbanyak vaksin pengobatan sehingga tersebar merata, ataupun sosialisasi ke masyarakat tentang cara pencegahannya," terang Andi.

Ia melanjutkan, meskipun penyakit PMKĀ  tidak menular pada manusia tetapi akan merugikan peternak karena bobot badan sapi yang menurun hingga ada beberapa sapi yang mati.

Hingga berita ini dirilis, Pihak dinas Pertanian melaui Kepala Bidang Peternakan belum dapat dihubungi oleh Kupastuntas.co oleh sebab nomornya tidak aktif. (*)