• Senin, 08 Agustus 2022

2.200 Hewan Ternak di Pesawaran Telah Disuntikan Vaksin PMK Tahap Pertama

Selasa, 02 Agustus 2022 - 14.52 WIB
25

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Pesawaran Fiskysaat diwawancarai di ruangannya, Selasa, (03/08/2022). Foto : Yugo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesawaran - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Pesawaran telah melakukan penyuntikan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sebanyak 2200 ekor tahap pertama.

Hal tersebut diucapkan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Pesawaran Fisky. Ia mengatakan hingga per 02 Agustus 2022, hewan ternak yang ada di Pesawaran sebanyak 2200 telah disuntikan vaksinasi pmk tahap pertama.

"Akan ada penambahan hewan ternak yang disuntikan vaksinasi pmk untuk tahap pertama dan juga tahap kedua," katanya saat diwawancarai di ruangannya, Selasa, (03/08/2022). 

Ia menyebutkan pihaknya telah mendapatkan vaksin pmk sebanyak tiga gelombang. Gelombang pertama sebanyak 1.000 dosis, gelombang kedua sebanyak 1.200 dosis dan yang gelombang ketiga sebanyak 2.000 dosis vaksin PMK. 

"Dari 2.000 dosis tersebut, 1.000 dosis untuk vaksinasi tahap kedua yang telah disuntikkan kepada para peternak dan 1.000 dosis lagi untuk para peternak yang belum melakukan vaksin pmk pada hewan ternak," sebutnya.

"Gelombang ketiga ini dilaksanakan mulai besok pada peternak di kabupaten pesawaran," sambungnya.

Ia mengungkapkan hingga saat ini, kasus PMK di Kabupaten Pesawaran tidak terjadi penambahan.

"Kasus yang lama terdapat 9 kasus PMK, terdapat di Desa Margorejo Kecamatan Tegineneng dan Desa Halangan Ratu Kecamatan Negeri Katon. 9 ternak tersebut terdiri dari 4 ekor kambing dan 5 ekor sapi," ungkapnya. 

Ia juga mengungkapkan dari 9 kasus PMK yang terjadi di Kabupaten setempat telah dinyatakan sembuh dan tidak ada kematian dalam kasus PMK. 

"Namun, hari Jumat (29/07) kemarin, terdapat warga asal Kecamatan Negeri Katon  melaporkan ternaknya sakit," ujarnya. 

Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap laporan warga yang hewan ternaknya sakit. 

"Hari ini, tim dari dokter hewan kami sedang melakukan pengecekan terhadap hewan tersebut, apakah terkena virus pmk atau tidak. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan saja," kata Fisty. 

Fisky mengimbau kepada masyarakat jangan mendatangkan hewan ternak dari kabupaten luar. 

"Dan juga jangan mengirimkan hewan ternak ke kabupaten luar. Yang jelas harus ada SKKH pada hewan ternak tersebut. Takutnya hewan tersebut membawa virus PMK," pungkas Fisky. (*)