Percepat Target Penurunan Stunting, Pemkot Bandar Lampung Suntik Dana Rp2 Miliar
Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat menghadiri acara Aksi ke-3 Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Aula Gedung Semergou, Senin (1/8/2022). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Guna mempercepat target
penurunan stunting. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan menambahkan anggaran sebesar Rp2 miliar.
Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan, angka prevalensi stunting di
kota Bandar Lampung saat ini berada diangkat 19,4 persen.
Oleh karenanya, ia meminta Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN) Kota setempat untuk dapat bergerak lebih cepat untuk
menurunkan angka stunting tersebut.
"Supaya target kita di 2023 teratasi. Ditambahkan Rp2
miliar lagi untuk gizi. Bunda berharap BKKBN mulai bergerak secara bertahap
kalau bisa menurunkan sampai zero atau 0, untuk stunting di Bandar
Lampung," kata Eva saat acara Aksi ke-3 Konvergensi Percepatan Penurunan
Stunting di Aula Gedung Semergou, Senin (1/8/2022).
Anggaran tersebut lanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan
perbaikan gizi anak-anak di Kota Bandar Lampung supaya mencapai target
penurunan angka prevalensi stunting.
Meski angka prevalensi jauh dari rata-rata pusat, namun Eva
meminta agar BKKBN terus berkolaborasi dengan stakeholder terkait, dalam
mengatasi stunting dan gizi anak.
"Kita juga berupaya semaksimal mungkin melalui
posyandu, poskeskel, dan 31 puskesmas yang masih setiap hari keliling untuk
memantau. Bunda berharap, dari BKKBN juga kalau bisa 3 hari sekali kumpul
dengan posyandu, berikan yang terbaik untuk anak-anak kita dan juga komunikasi
yang baik dengan PP dan KB," jelas Eva.
Selain Rp2 miliar dari pemkot kata Eva, pihaknya juga
mendapatkan anggaran dari pusat sebesar Rp7 miliar lebih untuk mengatasi
stunting.
"Maka ini kita minta kerjasama dari semua pihak untuk
kota bebas stunting. Sehingga diharapkan Bandar Lampung bisa jadi kota
percontohan," katanya.
Sementara, Plt Kepala Dinas BKKBN Kota Bandar Lampung, Santi
Sundari menambahkan, angka stunting di Bandar Lampung tidak terlalu besar hanya
19,4 persen pada 2021.
"Untuk 2022 ini kita berencana untuk menurunkan di
angka 16 persen. Sehingga di 2024 kita turun menjadi 10 persen stuntingnya.
Kalau nasional itu targetnya 14 persen pada 2024," ungkap Santi.
Menurutnya, Bandar Lampung secara nasional di angka 5
terbawah stuntingnya, jadi bukan daerah yang lokus stunting.
Oleh karenanya, dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK)
sebesar Rp7,9 miliar tersebut pencairannya bertahap tergantung dengan kegiatan.
"Dari 20 kecamatan yang lokus stunting ada 7 daerah.
Yakni salah satunya Tanjungkarang Barat, Panjang, Kedaton, Enggal dan Kemiling.
Tapi pada saat kami pantau pun cukup baik, karena kita bekerjasama dengan pihak
terkait juga," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








