• Rabu, 17 Agustus 2022

Belasan Ekor Sapi di Way Kanan Diduga Mati Karena PMK

Sabtu, 30 Juli 2022 - 12.27 WIB
316

Penampakan sapi warga yang mati dengan ciri-ciri yang diduga penyakit PMK. Foto: Rahman/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan - Belasan ekor sapi milik peternak dan warga di Desa Karya Agung, Kecamatan Negri Agung, Kabupaten Way Kanan diduga mati akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Anton Akbar (26) peternak sapi yang diduga menjadi korban wabah PMK  mengatakan ada 15 ekor sapi yang mati karena PMK di desanya.

"Yang sudah mati sapi peternak dan warga disini ada 15 sapi bang, terakhir tadi malam bang sapi kakak saya mati juga bang," ujarnya saat memberikan keterangan Sabtu (30/07/2022).

Anton mengatakan, sapi peternak dan warga di desanya positif mati karena PMK.

"Iya positif PMK bang, sapi milik peternak dan warga disini kan sudah diuji Lab, jadi sapi warga desa disini positif PMK semua," ungkapnya.

Anton mengatakan, sapi miliknya dan warga yang lain mengalami panas tinggi dan mulut sapi mengeluarkan busa. 

"jadi setiap hari ada sapi mati berturut turut kena PMK itu, walaupun sudah disuntik tetap tidak ada perubahan, sapi sapi warga disini gak sempat divaksin, karena sudah positif, jadi gak bisa," tuturnya.

Anton mengatakan, peternak dan warga mengeluhkan kendala pembagian obat sapi yang terbatas. 

"Kalau dari Dinas Peternakan Way Kanan Sudah turun, pak Kadisnya sama dokternya, tapi iya itu bang kendala pembagian obat Ini terbatas," ungkapnya.

Anton mengatakan, m peternak sapi dan warga desa bingung karena sapi yang mati berturut-turut. 

"Iya seperti tadi malam sapi kakak saya yang mati, tadi malam kan saya telfon dokternya langsung, kata dokternya kenapa gak dipotong paksa, iya kami takut dan bingung, kalau dipotong paksa mau diapain,  warga disini takut, dan daging nya juga buat apa," tuturnya.

Anton berharap, pemerintah dapat memberikan penangangan dan perhatian khusus terhadap wabah PMK yang terjadi di kampungnya. 

"Kalau harapan saya pemerintah ada perhatian dan penangangan khusus, karena semakin hari sapi banyak yang sakit, dan juga sedangkan Mantri di Way Kanan ini terbatas," tutupnya. (*)