Berakhir Damai, Pelaku Persekusi Gereja di Tuba Dibebaskan dengan Restorative Justice
Konferensi pers di Mapolda Lampung. Foto : Martogi/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pelaku tindak pidana persekusi gereja di Tulang Bawang pada S28 Desember 2021 lalu akhirnya dibebaskan dengan Restorative Justice, Jumat (29/7/2022).
Dimana, perkara tersebut yaitu berupa penghasutan dengan lisan atau tulisan dimuka umum supaya menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap sesuatu golongan dan atau dengan kekerasan atau ancaman kekerasan merintangi upacara agama.
Pada gelar konferensi pers tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Subiyanto dan dihadiri oleh Bupati Tulang Bawang, Irwasda Polda Lampung ,Kapolres Tulang Bawang, FKUB Tulang Bawang, Ketua MUI Tulang Bawang, Pendeta Sopan Sidabutar, Ketua Adat Kab.Tulang Bawang, dan Ahli Hukum.
Brigjen Pol Subiyanto mengatakan sebelumnya, para pelaku persekusi gereja sudah sempat dilakukan penahanan di Polda Lampung.
"Seiring berjalannya waktu ada permohonan Restoratif yang dilengkapi dengan perdamaian dan permohonan penangguhan penahanan," katanya.
Permohonan restorative justice tersebut juga diketahui oleh Bupati Tulang Bawang, Ketua MUI, FKUB Tulang bawang dan Pendeta. Itu semua demi terwujudnya keamanan perdamaian di Provinsi Lampung.
Dimana, penyelesaian perkara dengan upaya keadilan Berdasarkan Restorative yang sesuai dengan pasal 4, pasal 5, pasal 6.
"Setelah terpenuhinya persyaratan Formil dan Matril. Ditreskrimum Polda Lampung melaksanakan gelar perkara dan terpenuhi syarat untuk dilakukan Restorative," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tulang Bawang, Winarti menyampaikan ucapan terimakasih atas terlaksananya upaya restoratif justice ini dan pihaknya berjanji kedepannya tidak akan terulang kembali.
"Kedepan tidak akan terulang kembali dan untuk pendirian tempat ibadah Gereja pun syarat-syaratnya udah terpenuhi dan lengkap. Semoga kedepan keharmonisan dan toleransi beragama di kabupaten kami akan berjalan dengan baik," ujarnya.
Sebelumnya, Sabtu (28/12/2021) Sekira jam 19.30 Wib, tersangka Imron dan kawan-kawan mendatangi gereja Pentakosta Indonesia di Kampung Banjar Agung, Kab.Tulang Bawang yang menjadi tempat ibadah umat Kristen
Setelah pelaksanaan ibadah Erik Pranata atas perintah tersangka Imron membawa kayu yang disambut oleh saksi Patoni hendak melakukan penyegelan terhadap pintu masuk gereja dengan menggunakan papan kayu.
Kemudian penyegelan dilanjutkan oleh Tedy dan dipaku hingga tertutup dan pada saat itu tersangka Imron memberikan banner yang dibawa bertuliskan penyegelan gereja yang kemudian dipasang dan ditutupi dengan segel kayu didepan gedung yang dapat dilihat oleh masyarakat sekitar bangunan rumah ibadah yang menyebabkan ibadah umat kristiani terganggu.
Atas hal tersebut, Imron dkk dengan sejumlah 9 tersangka dikenakan Pasal 260 KUHP dan atau Pasal 156, (a) KUHP dan atau pasal 175 KUHP. (*)
Berita Lainnya
-
WR III UIN RIL Ingatkan Mahasiswa Internalisasi Motto Kampus Insan Ber-ISI
Senin, 06 April 2026 -
Pengembangan Kasus Tambang Ilegal Way Kanan, Toko Perhiasan di Enggal Dipasangi Garis Polisi
Senin, 06 April 2026 -
Pemkot Bandar Lampung Usulkan 200 Formasi CPNS 2026, Didominasi Tenaga Kesehatan dan Guru
Senin, 06 April 2026 -
Dari 13 ke 5 Kandidat, Perebutan Kursi Rektor ITERA 2026–2030 Memanas
Senin, 06 April 2026
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Senin, 06 April 2026WR III UIN RIL Ingatkan Mahasiswa Internalisasi Motto Kampus Insan Ber-ISI
-
Senin, 06 April 2026Pengembangan Kasus Tambang Ilegal Way Kanan, Toko Perhiasan di Enggal Dipasangi Garis Polisi
-
Senin, 06 April 2026Pemkot Bandar Lampung Usulkan 200 Formasi CPNS 2026, Didominasi Tenaga Kesehatan dan Guru
-
Senin, 06 April 2026Dari 13 ke 5 Kandidat, Perebutan Kursi Rektor ITERA 2026–2030 Memanas








