• Rabu, 17 Agustus 2022

Jadi Langganan Banjir, Warga Dua Desa di Tanggamus Minta Solusi Pemerintah

Senin, 25 Juli 2022 - 19.07 WIB
34

Banjir yang terjadi diPekon Way Liwok pada Minggu (24/7/2022). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Tanggamus - Menjadi daerah langganan banjir setiap musim hujan, warga dua pekon (desa) di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus meminta solusi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Camat Wonosobo, Edy Fachrurrozi mengatakan, dua pekon atau desa tersebut yakni Pekon Way Liwok dan Pekon Sinar Saudara, Kecamatan Wonosobo.

Ia menjelaskan, jika hujan deras dan wilayah hulu Way (sungai) Liwok juga hujan, maka dapat dipastikan Way Liwok meluap dan air menggenangi perkampungan, hingga masuk ke dalam rumah, sekolah, masjid, pondok pesantren dan jalan nasional.

"Kondisi ini diperburuk terjadinya penyumbatan saluran pembuangan atau drainase sehingga air hujan meluber ke permukiman," kata Edy, saat dikonfirmasi, Senin (25/7/2022).

Sementara untuk ketinggian air bervariasi, antara 20 centimeter hingga satu meter. Kondisi seperti ini sudah dirasakan bertahun-tahun, dan belum juga ada solusi terkait dampak dari banjir itu.

Seperti yang terjadi pada Minggu (24/7/2022) malam, tingginya intensitas curah hujan selama 3 jam, menyebabkan banjir bandang menggenangi perkampungan di dua pekon tersebut. Air keruh dan kotor dari arah Utara dan Barat menggenangi rumah, sekolah dan pondok pesantren.

Banjir tersebut merendam sedikitnya 74 rumah warga Dusun 2 Pekon Way Liwok dan Dusun 3 Pekon Sinar Saudara.

"Banjir juga merendam Pondok Pesantren, dan tembok SD Negeri 1 Wonosobo sepanjang 20 meter ambruk, dan merendam kelas SD setempat," terangnya.


Siti Komalasari, warga Pekon Sinar Saudara mengungkapkan, seharusnya malam warga bisa beristirahat setelah bekerja pada siang hari. Tetapi malah disibukkan membereskan perabot rumah tangga agar tidak terendam banjir.

"Wilayah kami ini menjadi langganan banjir setiap hujan deras turun. Apa penyebabnya kami juga tidak tahu yang pasti banjir ini disebabkan luapan sungai kecil, diperparah lagi, buruknya drainase yang ada," kata Siti Komalasari, warga Pekon Sinar Saudara.

Mawardi, warga Pekon Way Liwok mengakui, genangan air banjir itu tidak begitu lama, dimana biasanya setelah hujan deras mengguyur, maka dalam waktu 2 sampai 3 jam genangan air di pemukiman berangsur surut.

Tetapi dipastikan bila banjir terjadi pada malam hari, maka besok harinya warga mengaku tidak bisa bekerja mencari nafkah.

"Kalau banjir pasti besoknya tidak bisa kerja, kami disibukkan bersih-bersih rumah. Atas kondisi ini saya mohon pemerintah mencari solusinya," kata Mawardi.

Senada dengan itu, Bustam, warga lainnya berharap pemerintah secepatnya memberikan solusi agar warga tidak selalu kebanjiran jika hujan deras.

"Selama ini belum ada solusinya ini sudah terjadi bertahun-tahun dalam setahun bisa 3-4 kali banjir menggenangi pemukiman kami ini," ujarnya. (*)


Video KUPAS TV : Detik-Detik 3 Rumah di Lampung Barat Hangus Terbakar