• Kamis, 18 Agustus 2022

STMIK Pringsewu & STIE Lamtim Naik Status Menjadi IBN, Fauzi Optimis Migrasi Data Rampung Tiga Bulan

Sabtu, 23 Juli 2022 - 08.16 WIB
102

Acara Grand Launching Institut Teknologi dan Bisnis Bakti Nusantara (IBN), yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI kepada Dr. Fauzi. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Pringsewu - Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Lampung Timur naik status dan beralih menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Bakti Nusantara (IBN).

Penggabungan kedua sekolah tinggi tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI No. 490/E/0/2022 dari Kepala LLDIKTI Wilayah II Sumbagsel kepada ketua dan pendiri Yayasan Pendidikan Startech Lampung Dr. Fauzi pada acara grand launching Institut Teknologi dan Bisnis Bakti Nusantara, Sabtu (16/07/22).

Penyerahan SK oleh Kepala Bagian Tata Usaha LLDIKTI Wilayah II Fansyuri Dwi Putra, S.E., M. Si., dihadiri Ketua Yayasan Bhima Sakti, Ketua STMIK Pringsewu, Ketua STIE Lampung Timur,  Ketua STIT Pringsewu beserta para dosen, staf dan jajaran serta Badan Eksekutif Mahasiswa.

Kepala Bagian Tata Usaha LLDIKTI Wilayah II Sumbagsel Fansyuri Dwi Putra, S.E., M.Si. mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah II Sumbagsel Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc. menyampaikan ucapan selamat kepada STMIK Pringsewu dan STIE Lampung Timur seiring dengan telah terbitnya SK penggabungan menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Bakti Nusantara (IBN), dimana pada tahun akademik ini sudah bisa membuka penerimaan mahasiswa baru.

Ia mengaku bersyukur STMIK Pringsewu dan STIE Lampung Timur sudah mewisuda mahasiswa sebelum SK IBN tersebut turun. Dan, langkah selanjutnya adalah agar segera menunjuk rektor dan meminta password serta peralihan dosen ke IBN.  "IBN sudah mempunyai aset yaitu Bapak Dr. Fauzi, dan Insya Allah segera menjadi Guru Besar IBN", katanya.

Pendiri Yayasan Pendidikan Startech Lampung Dr. Fauzi mengucapkan terimakasih kepada Ketua STMIK Pringsewu dan STIE Lampung Timur beserta para dosen dan staf serta mahasiswa yang telah bekerja secara maksimal, dimulai dari perjalanan dahulu saat masih bernama Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Pringsewu pada tahun 1995, kemudian berubah menjadi STMIK Pringsewu pada tahun 1998.

Dan pada tanggal 16 Juli 2022 berubah status menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Bakti Nusantara (IBN). "Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada jajaran LLDIKTI Wilayah II atas segala bantuan serta bimbingannya selama ini, sehingganya para dosen banyak yang lulus sertifikasi dan naik jenjang jabatan," kata Dr. Fauzi, yang juga mantan Wakil Bupati Pringsewu periode 2017-2022.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan sertifikat bagi para dosen yang lulus sertifikasi dan SK kenaikan jenjang golongan dari LLDIKTI Wilayah II Sumbagsel.  Terkait kenaikan status, Dr Fauzi optimisitis migrasi data dari STMIK Pringsewu dan STIE Lampung Timur ke Institut Teknologi dan Bisnis Bhakti Nusantara (IBN)  akan selesai dalam tiga bulan kedepan.

Menurutnya dengan telah keluarnya SK IBN secara otomatis semua kegiatan kampus sudah atas nama IBN. Meskipun di akuinya saat ini proses migrasi data baik soal administrasi kampus ataupun data mahasiswa masih terus berlangsung.

Fauzi menjelaskan nantinya kantor pusat IBN menggunakan alamat Lampung Timur, sedangkan eks STMIK Pringsewu akan menjadi kampus II. "Jadi nantinya nama kampus menggunakan IBN Lampung dan memiliki dua fakultas yakni Fakultas Teknologi Ilmu Komputer dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis," ujar Fauzi, Sabtu (23/7/22)

Dari dua fakultas akan ada empat program studi (prodi) diantaranya prodi S1 Sistem Informasi, D3 Manejemen Informatika dan S1 Manejemen dan S1 Bisnis Digital. "Satu program studi baru di buka yaitu S1 Bisnis Digital," katanya.

Yang jelas kata Fauzi dengan kehadiran IBN dan empat prodi bisa menjadi pilihan masyarakat Pringsewu untuk berkuliah. Fauzi juga bercita-cita membuka fakultas baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"IBN akan di pimpin oleh seorang rektor yang minimal doktor, dan saat ini dosen  kita sudah banyak yang bergelar doktor," tutup Fauzi. (**)

Video KUPAS TV : Dua Pemuda Jadikan Teman Wanita Objek Prostitusi Online