• Senin, 08 Agustus 2022

Kedokteran Jadi Jurusan Paling Banyak Peminat di SMMPTN Barat Unila

Senin, 18 Juli 2022 - 19.58 WIB
1.5k

Gedung Rektorat Unila. Foto: Dok Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pendidikan Kedokteran Universitas Lampung menjadi jurusan yang paling banyak diminati pada Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) wilayah Barat.

Dari total 5148 peminat yang mendaftar melalui jalur SMMPTN di Unila 890 orang memilih untuk mendaftar pada jurusan Pendidikan Kedokteran.

Untuk 5 besar jurusan paling banyak diminati pada saintek selain kedokteran, ada Farmasi dengan 367 peminat, disusul Teknik Informatika 209, Teknik Sipil 139, dan Ilmu Komputer 123.

Sementara untuk Soshum peminat terbanyak adalah jurusan Hukum dengan jumlah 557 peminat lalu disusul dengan jurusan Manajemen 345, Ilmu Komunikasi 291, Ilmu Pemerintahan 193, dan Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis sebanyak 169 orang.

Dari sebanyak 5148 peminat yang mendaftar di Unila, total yang berhasil diterima melalui jalur SMMPTN adalah 1901 orang, untuk saintek 894 orang dari 37 program studi (Prodi) dan Soshum 1007 dari 24 Prodi.

Sementara itu Humas penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Lampung (Unila) Muhammad Komarudin mengatakan SMMPTN Barat kal ini kualitasnya sama dengan SBMPTN.

"Secara kualitas bisa dikatakan sama dengan SBMPTN karena standar soal dan penilaian itu menggunakan standar LTPT sehingga hasilnya juga bisa serupa atau standar dengan SBMPTN," ujar Komar.

Pelaksanaan ujian mandiri ini dilakukan selama 5 hari yaitu 30 Juni sampai 4 Juli 2022. hal tersebut dilakukan tergantung dengan berapa jumlah yang mengikuti dan kapasitas kampus tersebut.

"Kalo kita 5 hari tapi kan tergantung jumlah yang test, ada yang lebih dari 5 hari karena jumlahnya banyak tapi komputernya sedikit, kalo kita kan peminatnya banyak komputernya juga banyak," pungkasnya.

Ia juga menyampaikam bahwa sempat ada kendala saat test dikarenakan aplikasi yang belum siap sepenuhnya sehingga para peserta kesulitan untuk masuk.

"Ditunda karena memang aplikasinya tidak siap sehingga menggunakan aplikasi tahun lalu yang dibuat oleh Rusia, tahun ini kan harusnya menggunakan aplikasi yang dibuat oleh Untirta mungkin karena waktunya singkat mereka mungkin tidak semua software itu dibuat dengan layak sehingga mengalami kendala," katanya. (*)

Video KUPAS TV : Detik-detik Kapal Hantam Dermaga Satu Bakauheni