• Kamis, 01 Desember 2022

Harga Sawit Anjlok, Begini Respon Pemprov Lampung

Senin, 18 Juli 2022 - 18.02 WIB
122

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi saat dimintai keterangan, Senin (18/7/2022). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Petani sawit menjerit, pasalnya di beberapa daerah harga buah sawit kini terjun bebas, tak ayal fenomena ini menjadi perhatian serius pihak terkait. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung pun dalam hal ini merespon dengan terus mengupayakan adanya peningkatan harga tandan buah segar (TBS) atau lebih dikenal dengan buah kelapa sawit guna meningkatkan kesejahteraan petani didaerah setempat.

"Tentunya kita mendukung program peningkatan harga TBS ditingkat petani untuk meningkatkan kesejahteraan. Hal ini terus kita dorong dan kita ada dukungan dari pusat," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi saat dimintai keterangan, Senin (18/7/2022).

Kusnardi juga menerangkan jika pihaknya meminta bantuan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan analisis dan masukan agar pengelolaan harga sawit dapat saling menguntungkan antar petani dan perusahaan sawit.

"Sekarang ini kan harga sawit anjlok tapi harga minyak goreng mahal. Ini yang kita minta kepada BPKP untuk ikut membantu mencarikan solusi agar harga nya bisa saling menguntungkan antar keduanya," kata dia.

Menurutnya, jika harga sawit tidak kunjung naik maka hal tersebut dikhawatirkan akan berdampak terhadap penurunan produktivitas lantaran petani tidak melakukan perawatan.

"Kita khawatir kedepan kalau terus anjlok maka produktivitas akan menurun karena petani tidak mau merawat tanaman nya dan tidak mau beli pupuk karena uang digunakan untuk hal yang lain," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) wilayah Lampung Abdul Simanjuntak, mengungkapkan jika saat ini harga TBS ditingkat petani cukup beragam mulai dari Rp1200 hingga Rp1.325 per kilogram.

"Kami masih merasakan harga TBS yang anjlok, pasca Menteri Perdagangan datang memang belum ada kebijakan yang memberikan kelegaan untuk petani khususnya petani sawit," kata dia.

Ia berharap agar harga TBS sawit minimal dapat berada diangka Rp2.300 per kilogram sehingga dapat mensejahterakan petani sawit.

"Minimal harganya bisa Rp2.300 jadi ada kenaikan 100 persen. Dengan harga segitu harapannya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan petani ditengah meningkatkan nya harga kebutuhan yang lain," kata dia. (*)