• Kamis, 01 Desember 2022

Wow! 14 Komoditas Holtikultura Asal Lampung Ini Tembus Pasar Dunia, Nilainya Miliaran

Minggu, 17 Juli 2022 - 17.38 WIB
146

Kepala Disperindag Provinsi Lampung Elvira Umihanni. Foto: Dok Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung mencatat terdapat 14 komoditas holtikultura didaerah setempat yang telah berhasil diekspor ke sejumlah negara di dunia.

Kepala Disperindag Provinsi Lampung Elvira Umihanni, mengungkapkan jika sejak Januari hingga Mei 2022 komoditi holtikultura yang berhasil ekspor sebanyak 14.386 ton dengan nilai 20.917.895 dolar Amerika Serikat atau Rp292 miliar.

"Sudah banyak komoditas holtikultura kita yang berhasil di ekspor dan menjadi primadona negara maju. Kami upayakan kedepan bisa terus meningkat baik dari sisi jumlah maupun nilainya," kata Elvira saat dimintai keterangan, Minggu (17/7/2022).

Elvira merincikan jika komoditas yang telah berhasil diekspor seperti buah berry dengan negara tujuan Filipina dengan jumlah ekspor sebanyak 20 ton dengan nilai 12.100 USD.

Selanjutnya buah pinang yang berhasil diekspor ke negara India, Iran, Malaysia, Pakistan dan Arab Saudi dengan jumlah 3.121 ton atau senilai 4.641.216 USD.

Kemudian kayumanis yang berhasil diekspor ke Australia, Perancis, Jerman, Jepang, Belanda, Filipina, Polandia, Portugal, Rusia, Singapura, Slovakia, Afrika Selatan, Swedia, Thailand, Turki, Inggris dan Amerika Serikat.

"Ini salah satu primadona dengan negara tujuan kurang lebih 17 negara. Untuk jumlahnya sendiri ini mencapai 2.011 ton dengan nilai ekspor sebesar 10.506.370 USD," bebernya.

Selanjutnya ialah cabai jawa yang berhasil diekspor ke India dan Jepang dengan jumlah 2 ton senilai 37.457 USD. Kemudian cabai segar negara tujuan Jepang dengan jumlah ekspor 1 ton dengan nilai  5.467 USD.

Kemudian Cengkeh yang berhasil diekspor ke Inggris dan Vietnam dengan total 38 ton atau senilai 652.501 USD. Kemudian jagung diekspor ke Malaysia dengan total total berat 32 ton atau senilai 26.026 USD.

Selanjutnya Jambu diekspor ke Singapura dengan total berat 2 ton atau senilai 3.201 USD. Kapulaga berhasil diekspor ke Vietnam dengan total berat 1 ton sebesar 4.550 USD.

"Ada juga kelapa segar ke Singapura dan Vietnam dengan total ekspor seberat 110 ton atau senilai 33.049 USD. Lengkuas ke Australia dan Malaysia sebesar 4 ton atau senilai 31.737 USD," katanya.

Selanjutnya nanas segar ke Bahrain, Jepang, Korea, Qatar, Arab Saudi, Singapura dan Uni Emirat Arab dengan total pengiriman seberat 2.834 ton atau senilai 1.648.553 USD.

"Kemudian pisang ke Singapura dengan total ekspor seberat 5 ton atau senilai 2.801 USD. Dan yang terakhir yakni pisang segar dengan negara tujuan Cina, Jepang, Malaysia, Oman dan Singapura dengan toal 6.205 ton atau senilai 3.312.867 USD," tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi, menerangkan jika pihaknya tengah mengembangkan beberapa jenis holtikultura yang juga berpeluang untuk tembus pasar internasional.

Menurut Kusnardi, salah satu komoditas holtikultura yang diminati pasar dunia dan jumlah permintaan nya tinggi dan tengah dijajaki untuk dapat diekspor ialah alpukat.

"Yang kita kembangkan saat ini alpukat, karena kebutuhan alpukat di dunia luar biasa besar. Mudah-mudahan ini tidak ada hambatan, kita terus jaga kualitas hasil produknya. Buah-buah ini sangat potensial. Sumberdaya alam di Lampung juga cukup melimpah," kata dia. (*)

Video KUPAS TV : Proyek Ribuan Hektar di Lampung Selatan Terbengkalai