• Senin, 08 Agustus 2022

Destinasi Wisata Religi Napak Tilas Sang Mahapatih Gajah Mada

Kamis, 14 Juli 2022 - 15.24 WIB
86

Destinasi Wisata Religi Napak Tilas Sang Mahapatih Gajah Mada di Pesisir Barat. Foto : Echa/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Pesisir Barat banyak menyimpan ragam destinasi wisata yang patut untuk di kunjungi, selain terkenal dengan potensi pariwisata pantainya yang mendunia, Negeri Para Sai Batin dan Ulama itu juga memiliki banyak destinasi wisata religi salah satunya Makam Mahapatih Gajah Mada.

Mungkin banyak yang belum mengetahui tentang Makam Mahapatih Gajah Mada yang berada di bagian utara Pesisir Barat tersebut. Sebab secara umum masyarakat lebih mengetahui jika makam dari raja Majapahit yang terkenal dengan sumpah Palapanya tersebut berada di pulau jawa.

Berjarak 33 KM dari pusat Kota Krui pengunjung bisa menempuh waktu selama kurang lebih 43 menit menggunakan kendaraan roda dua dan 48 menit menggunakan kendaraan roda empat menuju Pekon (Desa) Kerbang Langgar Kecamatan Pesisir Utara yang menjadi lokasi makam Mahapatih Gajah Mada.

Ahmad Saunan (76) adalah seorang warga yang di sebut-sebut sebagai keturunan ke-17 dari sang Mahapatih Gajah Mada. Ia tinggal bersama istrinya Nikmah Hayati dan mempunyai enam orang anak yang semuanya kini telah sukses di perantauan, ada yang menjadi Hakim, Pengacara, Dosen, dan Pengusaha.

Pria yang sudah hidup puluhan tahun menjaga makam leluhurnya tersebut menjelaskan sejarah masuknya sang patih ke Pesisir Barat berawal dari kemunduran kerajaan majapahit lalu pergi ke pulau jawa dan singgah ke pulau Sumatera tepatnya di Sumatera Selatan.

"Kemudian ia singgah di Kerajaan Sriwijaya dan melanjutkan perjalanan menuju Lampung Barat tepat nya di Kecamatan Sukau Lampung Barat untuk bermukim, setelah itu ia kembali melanjutkan perjalanan dan sampai ke Pesisir Barat tepatnya di Penggawa Lima kemudian mendirikan pemukiman di Pekon Balak Marga Laay atas izin Raja Alam Pedada," terangnya.

Setelah mendirikan pemukiman dan menetap cukup lama di Pekon Penggawa Lima ia kembali pindah dan mendirikan pemukiman di Pekon Kerbang Langgar, Kecamatan Pesisir Utara hingga akhir hayatnya. Ia tidak bisa memastikan tahun kapan patih gajah mada wafat, namun usia makam tersebut diperkirakan sudah ratusan tahun lebih.



Peninggalan Gajah Mada berupa Bejana, senjata dengan bentuk meriam dengan ukuran kecil, tempat sirih. Foto Echa/Kupastuntas.co

Ahmad Saunan menerangkan bahwa berdasarkan catatan sejarahnya, Mahapatih Gajah Mada merupakan seorang muslim yang taat, hal tersebut dibuktikan dengan adanya peninggalan dari Gajah Mada berupa Bejana, senjata dengan bentuk meriam dengan ukuran kecil, tempat sirih, serta berbagai peninggalan lainnya.

Dalam salah satu benda peninggalan tersebut, terdapat lafadz Lailahailallah hal tersebut yang diyakini oleh pihak keluarga bahwa Gajah Mada merupakan seorang muslim. Ia menyebut sebenarnya benda peninggalan Gajah Mada cukup banyak namun yang masih terjaga dan terawat hanya tiga benda tersebut, sedangkan yang lainnya lapuk termakan usia dan telah lama hilang.

Ada yang menarik dari ketiga benda bersejarah tersebut, dimana menurut Ahmad ketika ketiga benda peninggalan tersebut di keluarkan dari tempat persembunyiannya maka akan terjadi hujan yang cukup deras melanda wilayah setempat.

Ketika Kupastuntas.co berkunjung ke kediamannya dan meminta untuk melihat benda-benda peninggalan sejarah tersebut benar saja langit yang sebelumnya cerah dan panas seketika berubah gelap dan turun hujan yang cukup deras saat Ahmad Saunan mengeluarkan benda yang nilai sakral bagi keluarganya tersebut.

"Memang setiap benda ini diturunkan pasti terjadi hujan yang cukup deras, entah suatu kebetulan atau tidak Allahualam tetapi ini lah yang terjadi dan selalu terjadi ketika ketiga benda ini keluar dari penyimpanan," jelasnya

Ahmad Saunan yang hanya tinggal bersama istrinya tersebut menambahkan bahwa banyak pengunjung yang datang ke makam Gajah Mada untuk berziarah ada juga yang datang untuk keperluan penelitian. Terlebih saat mendekati hari-hari besar Islam puluhan hingga ratusan pengunjung datang untuk berziarah ke salah satu raja yang terkenal karena sumpah palapa nya tersebut.

Tidak banyak yang tau seperti apa sosok Mahapatih Gajah Mada dari mana ia berasal, dan dimana tempat dimakamkan hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Namun Masyarakat Pesisir Barat meyakini makam yang ada di Kabupaten setempat merupakan makam asli dari sang Patih Gajah Mada.

Melihat potensi wisata religi Makam Patih Gajah Mada yang menjanjikan tersebut rencananya Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat akan menjadikan makam tersebut sebagai salah satu wisata religi unggulan di Kabupaten yang terkenal dengan keindahan pantainya tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Barat I Nyoman Setiawan mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah mengkaji serta menyusun rancangan terkait pengembangan Makam Patih Gajah Mada tersebut sebagai salah satu wisata religi yang di unggulkan.

"Untuk pembugaran kita masih mengkaji teknisnya seperti apa, namun yang pasti sebagai bentuk keseriusan kita dalam mengembangkan potensi yang ada kita telah bangin rabat beton menuju makam, sehingga akses masyarakat untuk berziarah sudah di mudahkan," singkatnya. (*)