Sempat Mati Suri, Toko Perlengkapan Sekolah Mulai Ramai Pembeli
Pengunjung saat membeli kebutuhan sekolah di Pasar Tengah, Senin (11/7/2022). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sempat mati suri akibat
dihantam pandemi Covid-19. Toko-toko yang menyediakan perlengkapan sekolah di
Kota Bandar Lampung kini mulai ramai dikunjungi pembeli menjelang dimulainya
tahun ajaran baru.
Seperti yang terlihat di beberapa toko di Pasar Tengah,
banyak warga datang ke toko perlengkapan sekolah hendak membeli kebutuhan
sekolah anak-anak mereka.
Pedagang perlengkapan sekolah di Pasar Tengah Nismawarni
mengaku, peningkatan omsetnya tahun ini cukup lumayan dibandingkan tahun lalu.
Menurutnya, kemarin saat dihantam covid-19 dan sekolah hanya
online, keadaannya seperti mati suri, lantaran sehari hanya mendapatkan
Rp50-Rp100 ribu bahkan tidak sama sekali.
"Nah tahun ini lumayan dalam satu harinya bawa pulang
Rp1,5 - Rp2 juta. Tapi kalau sebelum covid-19 itu luar biasa, dalam sehari bisa
bawa pulang Rp4 - Rp4,5 juta," ujar Nismawarni, saat ditemui di tokonya,
Senin (11/7/2022).
Menurutnya, yang paling dicari oleh warga adalah buku-buku
pelajaran, dibandingkan perlengkapan lainnya. Dimana pembelinya berangsung
mulai ramai dari bulan kemarin.
"Harganya tergantung merk, namun yang paling di cari
buku Sidu. Paling mahal Sidu isi 58 itu kita jual Rp55 ribu satu paknya,"
ungkapnya.
Senada disampaikan pedagang perlengkapan sekolah di Pasar
Tengah Yusuf, yang mengungkapkan, seragam sekolah dari SD, SMP hingga SMA/SMK
yang paling banyak dicari adalah seragam siswa SD.
"Paling diminati itu SD, sementara seragam SMP dan SMA
itu kurang. Ya mungkin masih memakai baju yang ada," kata Yusuf.
Yusuf mengaku, dibanding sebelum pandemi hingga pandemi itu
merosotnya bisa 60 persenan.
"Nah sekarang baru merangkak 20 persenan kenaikannya,
ya lebih lumayan saja dibandingkan dua tahun sebelumnya. Karena sekarang disaat
penjualan naik, harga barang juga naik semua sekitar 15 persenan. Jadi
peningkatannya juga masih sedikit," ucap dia.
Menurutnya, meski telah diperbolahkan siswa tatap muka
penuh, namun bahan pokok saat ini masih cukup tinggi. Seperti kata dia, harga
capai satu kilo saja Rp100 ribu, belum minyak goreng dan lainnya.
"Apa-apa masih mahal, jadi orang cenderung mikirin
perut. Sehingga daya beli masyarakat pada perlengkapan sekolah kurang, belum
tahu kalau nanti mendekati masuk sekolah," tuturnya.
Sementara itu, Erwin ayah siswi yang duduk di bangku kelas 4
SDN 1 Natar, yang sedang mencoba memakaikan seragam pramuka pada anaknya,
mengaku sengaja datang ke Pasar Tengah hanya untuk beli perlengkapan sekolah.
"Tahun ini baru digelar tatap muka penuh setelah
pandemi Covid-19, ya bagus lah. Maka untuk menyambutnya kita juga beli semua
perlengkapan sekolah seperti baju, buku," katanya.
"Kebetulan naik kelas dan baju yang lama sudah sempit, sehingga terpaksa beli baru semua," ujar Erwin. (*)
Video KUPAS TV : Percikan Api dari Motor Diduga Penyebab Kebakaran SPBU Pasar Liwa
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








