• Sabtu, 16 Mei 2026

Sempat Terbengkalai, Pembangunan Perpustakaan Modern Kini Dilanjutkan Kembali

Kamis, 07 Juli 2022 - 08.14 WIB
380

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pembangunan gedung perpustakaan modern Provinsi Lampung, yang kondisinya seperti hutan di tengah kota, menurut keterangan pejabat Pemprov Lampung tahun ini akan diteruskan lagi. Dalam APBD Perubahan Pemprov Lampung TA.2022, akan dianggarkan untuk pengadaan furniture sebesar Rp 5,9 miliar.

Kepala Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan dan Cipta Karya (PKPCK) Provinsi Lampung, Thomas Edwin, mengatakan kelanjutan pembangunan gedung perpustakaan modern di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam Nomor 52 Labuhan Ratu, Kedaton, Bandar Lampung, diteruskan dengan tahapan pengadaan furniture gedung yang proses lelangnya sudah selesai dilaksanakan.

"Pembangunan lanjutan untuk perpustakaan modern segera dilakukan kembali pada TA.2022 ini. Untuk proses lelangnya juga sudah selesai dilakukan," kata Thomas, Rabu (6/7).

Ia mengungkapkan, pembangunan lanjutan perpustakaan modern tersebut dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dianggarkan sebesar Rp5,9 miliar untuk kelengkapan furniture gedung.

"Perpustakaan modern ini masih bertahap penganggarannya, dan untuk tahun ini sudah dianggarkan. Sebentar lagi akan kita kerjakan," kata dia.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Slamet Riyadi, menjelaskan tender untuk pembangunan lanjutan perpustakaan modern dimenangkan oleh PT Affika Karya Mandiri kontraktor asal Bandar Lampung.

"Tendernya sudah selesai yang diikuti oleh 12 peserta, dan dimenangkan oleh PT Affika Karya Mandiri dengan pagu Rp5.997.680.000,00," kata Slamet.

Sebelumnya, pembangunan gedung perpustakaan modern Provinsi Lampung menghabiskan anggaran puluhan miliar. Namun kondisinya tidak terawat dan memprihatinkan. Dipenuhi semak belukar dan pohon-pohon liar, seperti hutan di tengah kota.

Gedung perpustakaan modern Lampung itu mulai dibangun pada era Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, di atas lahan seluas sekitar 2,5 hektare. Perpustakaan modern ini dikerjakan secara berkesinambungan (multiyears) dengan estimasi anggaran melalui APBD Provinsi Lampung sekitar Rp70 miliar.

Informasi yang dihimpun Kupas Tuntas, proyek tersebut dikerjakan oleh Dinas Cipta Karya dan Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung mulai TA. 2018. Pemborongnya PT Manggala Wira Utama dengan nomor kontrak: 29/KTR-F/PPS/APBD/V/2018, selama 165 hari kerja dengan nilai proyek Rp25.903.600.000. Pada TA. 2020 pembangunan tidak dilanjutkan karena refocusing anggaran akibat  pandemi Covid-19.

Ditinggal sekian lama tanpa perawatan, kondisi fisik gedung perpustakaan modern itu tampak seperti bangunan liar di tengah hutan.

Pantauan wartawan Kupas Tuntas, Selasa (5/7), di bagian depan bangunan gedung perpustakaan modern yang berdiri di kawasan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung tersebut dipenuhi rumput ilalang dan menjuluri hingga tembok pagar.

Pintu masuk gerbang utama gedung ditutupi  seng setinggi 2 meter dan panjang 4 meter. Lalu, pada sisi belakang gedung penuh semak belukar dan pepohonan liar yang tingginya hampir menyamai gedung tersebut.

Fasilitas yang sudah ada seperti mushola juga mangkrak, dan cat pada atas dinding gedung itu tampak sudah pudar. Pada bagian belakang dinding gedung terlihat berlumut, terkena rembesan air hujan.

"Tembok sudah berlumut karena bocoran air hujan dan bangunan tak terawat. Jadi melihatnya saja kecewa, karena mubazir sudah bertahun-tahun mangkrak," ujar, Iwan, warga yang mencari rumput di sekitar bangunan gedung perpustakaan itu, Selasa (5/7).

Iwan mengatakan, beberapa pohon tinggi mulai menutupi gedung perpustakaan modern tersebut.

"Pohon-pohon itu saja sudah tinggi seperti itu, padahal tadinya kecil. Artinya sudah bertahun-tahun tidak dirawat. Tapi rakyat kecil seperti kita cuma bisa mengelus dada melihat bangunan itu tidak terawat," ungkapnya. (*)

Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Kamis 7 Juli 2022, dengan judul “Arinal Lanjutkan Pembangunan Perpustakaan Modern”

Editor :