• Minggu, 10 Mei 2026

Data Pemilih Berkelanjutan Menurun, Ini Penjelasan KPU Lampung

Kamis, 07 Juli 2022 - 16.26 WIB
132

Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Lampung, Agus Riyanto, saat dimintai keterangan, Kamis (7/7/2022). Foto: Muhaimin/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan koordinasi rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan untuk Semester 1 tahun 2022.

Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Lampung, Agus Riyanto mengatakan, pada semester l tahun 2022 Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) sebanyak 5.873.741, jumlah ini menurun jika dibandingkan dengan semester ll tahun 2022 yang jumlahnya 5.973.779.

"Dengan rincian penambahan pemilih baru dalam satu semester tahun 2022 (Januari - Juni)  yaitu berjumlah 15.158 pemilih," kata Agus, saat dimintai keterangan, Kamis (7/7/2022).

Sementara lanjutnya, pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) berjumlah 115.196 pemilih terdiri dari pindah keluar 2.975 pemilih, meninggal dunia 41.009 pemilih, pemilih ganda 57.375 dan tidak dikenal 13.237 pemilih.

"Selanjutnya dari TNI 3 pemilih, POLRI 1 pemilih, bukan penduduk 580 pemilih dan pemilih belum e-KTP 16 pemilih," ungkapnya.

Sedangkan angka penurunan pemilih yang tidak memenuhi syarat paling banyak terjadi pada bulan Juni 2022, dengan adanya hasil sinkronisasi/pemadanan data DPB semester 2 tahun 2021 dengan data kependudukan yang dilakukan oleh KPU RI dengan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

KPU Lampung juga mengharapkan sekali masukan, saran dan tanggapan dari para stakeholder yang ada untuk kepentingan kerja-kerja pemutakhiran data pemilih berkelanjutan menjelang dimulai tahapan pemutakhiran data pemilih jelang dimulainya Pemilu 2024.

"Menjelang dimulai tahapan pemutakhiran data pemilih pada Pemilu 2024, partisipasi masyarakat sangatlah penting untuk peningkatan kualitas data pemilih yang akurat dan mutakhir,” katanya.

Terkait hal itu, Agus Ariyanto juga menghimbau masyarakat untuk mendownload aplikasi Lindungi Hakmu yang ada di Playstore. (*)


Video KUPAS TV : Walikota Eva Santuni Korban Kebakaran Rp 20 Juta