1012 Tim Gabungan Dikerahkan Awasi Lapak Hewan Kurban di Lampung
Tim gabungan saat meninjau lapak hewan kurban yang ada di Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung, Kamis (7/7/2022). Foto:Ria/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sebanyak 1.012 tim gabungan yang terdiri dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepolisian, Balai Veteriner, Perguruan Tinggi, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) hingga Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) dikerahkan untuk mengawasi lapak penjualan hewan kurban di Provinsi Lampung.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan hewan ternak yang dijual untuk Hari Raya Idul Adha dinyatakan sehat dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan layak disembelih.
"Tahun ini untuk tim pengawas mengalami penambahan personel. Di Lampung sekarang ada 1.012 orang sedangkan tahun lalu hanya 759 orang. Selama pemantauan alhamdulillah semua sehat dan tidak ada yang terpapar PMK," kata Lili, saat meninjau lapak hewan kurban di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Kamis (7/7/2022).
Lili menerangkan, stok hewan kurban di Lampung dipastikan aman. Untuk sapi ketersediaan nya sebanyak 26.051 ekor, kerbau 847 ekor, kambing 73.535 ekor dan domba 5.033 ekor.
"Sementara untuk prediksi kebutuhan hewan kurban kita yang dilihat dari tahun lalu untuk sapi 16.544 ekor, kerbau 151 ekor, kambing 58.527 ekor domba 817 ekor. Artinya ketersediaan kita surplus," bebernya.
Sementara itu untuk capaian vaksinasi lanjutnya, saat ini telah berada diangka 99,28 persen. Pihaknya juga saat ini tengah mengajukan penambahan dosis kepada Kementerian Pertanian.
"Dosis vaksin kita tidak bisa terserap 100 persen karena ada kendala di lapangan. Seperti saat vaksin ada sapi yang bergerak atau berontak. Sehingga dosis nya terbuang jadi tidak bisa terserap semua," terangnya.
Roni (41) salah seorang pemilik lapak hewan kurban mengungkapkan, saat ini ada 82 ekor sapi di lapaknya. Hewan ternak tersebut semuanya telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
"Semua sapi disini sudah dapat SKKH, jadi 4 bulan lalu sapi sudah disini, dan sudah dibina para dokter dan mantri jadi tetap mengkondisikan sapi tetap sehat. Kebersihan kandang kita juga selalu jaga," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : Banyak Sapi Bunting | Dinas Pertanian Sulit Tembus Target Vaksinasi PMK
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








