• Senin, 08 Agustus 2022

Banyaknya Persoalan di PPDB 2022, Pengamat: Kurang Sosialisasi

Kamis, 30 Juni 2022 - 21.25 WIB
79

Pengamat Pendidikan dari Universitas Lampung (Unila), Undang Rosidin. Foto: Dok Unila

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pengamat Pendidikan dari Universitas Lampung (Unila), Undang Rosidin menilai banyaknya persoalan di pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022, karena kurangnya sosialisasi.

Menurutnya, jika petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Juklak/Juknis) terkait aturan PPDB itu sudah disepakati oleh dinas pendidikan, maka langsung disosialisasikan ke masyarakat.

"Jadi kadang sosialisasinya yang kurang terkait aturan-aturan itu, baik dari dinas pendidikan ke sekolah-sekolah, maupun sekolah kepada masyarakat. Tapi kalau aturan itu maksimal disosialisasikan dan diperjelas, saya kira tidak akan ada kendala," ujar akademisi Unila itu, Kamis (30/6/2022).

Ia menyampaikan, penerimaan siswa baru itu sudah jelas waktunya, maka waktu ideal untuk sosialisasi aturan Juknis itu 1 bulan sebelumnya, baik itu melalui media masa ataupun melalui media lainnya.

"Seperti berkas apa yang harus dipersiapkan, sehingga tidak membingungkan siswa yang hendak mendaftar," katanya.

Lanjut Undang, seharusnya ada pengalaman tahun sebelumnya seperti apa, lalu tahun ini juga seperti apa perubahannya. Yang itu disesuaikan dengan persoalan atau kendala tahun lalu.

Misalkan di sistem zonasi, ini batasannya seperti apa bagi siswa yang berada di zonasi yang tidak diperkenankan dan yang diperkenankan, itu harus jelas.

"Apalagi siswa yang lokasinya dekat dengan dua sekolahan, lalu dia mau ke sekolah yang lebih jauh itu seperti apa sistemnya. Maka ini juga harus jelas," ungkap dia.

Oleh karena itu, persoalan-persoalan ini harus di evaluasi oleh semua pihak terutama dinas pendidikan.

"Apa lagi persoalannya berulang, jadi sebaiknya ditata dan diperbaiki lagi. Sehingga tidak menyulitkan siswa yang mendaftar. Nah ini tugas dari pemerintah dan dinas Pendidikan," tegasnya.

Namun demikian jelasnya, perlu diperhatikan juga bahwa penerimaan siswa baru di sekolah negeri juga jangan sampai mengurangi kesempatan sekolah swasta.

"Karena mereka juga memerlukan siswa terbaiknya untuk bersekolah di sekolah swasta," tandasnya. (*)

Video KUPAS TV : Detik-Detik Begal Diamuk Massa dan Bocah 7 Tahun Terkena Peluru Nyasar