• Senin, 08 Agustus 2022

Stok Hewan Kurban di Kabupaten Pringsewu Dipastikan Aman

Selasa, 28 Juni 2022 - 15.16 WIB
43

Pj Bupati Pringsewu saat menyaksikan langsung proses penyuntikan vaksin PMK pada Sapi di Pekon Sukoharum, Adiluwih. Foto : Gamel/Kupastuntas.co.

Kupastuntas.co, Pringsewu - PJ Bupati Pringsewu, Adi Erlansyah memastikan bahwa stok hewan ternak yang bisa dipakai atau potensial menjadi hewan kurban cukup tersedia di Pringsewu. 

Disampaikan Adi bahwa jumlah untuk hewan sapi dan kerbau sekitar 1700 ekor ditambah hewan kambing dan domba berkisar 5000 ekor.  

Jumlah tersebut menurutnya sangat cukup bahkan melebihi jumlah kebutuhan di Kabupaten Pringsewu yang artinya stok kurban menjelang hari raya idul adha 1443 H mendatang tersedia dan aman. 

"Stok ketersediaan hewan kurban kita di Pringsewu cukup tersedia dan sudah dilakukan pendataan oleh dinas terkait dimana sapi dan kerbau sekitar 1700 yang mana kebutuhan diprkirakan sekitar 1200. Untuk stok kambing kita punya sekitar 5000  sementara kebutuhan diperkirakan hanya sekitar 3000 ekor," ujar Adi Erlansyah, Selasa (28/6/2022). 

Adi menilai, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) ini. Oleh karena itu, pemerintah pringsewu khususnya selain memberikan vaksin kepada hewam ternak khususnya sapi pada tahap pertama ini, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan jajaran forkopimnda setempat untuk bersinergi dalam mencegah masuknya virus PMK di Pringsewu. 

"Tentu kita melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran termasuk dengan forkopimda karena penyebaran PMK memang perlu perhatian serius karena ini  menyangkut dengan populasi hewan ternak di masyarakat sehingga ini (vaksinasi) kita lakukan secara intens dengan pihak-pihak  terkait dan itu sudah kita lakukan," katanya. 

Adi juga mengatakan bahwa hingga sampai saat ini belum ada satu pun kasus wabah PMK yang ditemukan di bumi jejama secancanan.  "Dan kita berharap tetap seperti ini keadaanya," singkatnya.

Sementara itu, dr. Umi Mulyanti dokter hewan atau medicveteeriner puskeswan wilayah IV Adiluwih mengatakan bahwa bulan depan akan kembali diadakan vaksinasi bagi hewan ternak kembali khsusnya bagi hewan ternak yang pada tahap pertama ini mendapat giliran untuk divaksin. 

"Satu bulan setelah ini akan kembali mendapat vaksin tahap ke II dan enam bulan setelahnya akan diberikan vaksin booster," ucapnya. 

Ia menyampaikan bahwa jumlah vaksin yang diterima oleh dinas pertanian pringsewu berjumlah 1000 dosis masih kurang dari populasi hewan ternak sapi di kecamatan adiluwih yang berjumlah sekitar 4700 ekor.  Untuk itu pihkanya akan memvaksin hewan sesuai jumlah dosos vaksin yang tersedia yaitu seribu ekor dan ditargetkan habis pada Jum'at ini. 

"Kita akan menunggu vaksin tahap ke II oleh karena itu kita akan memaksimalkan vaksin yang tersedia saat ini. Dan untuk vaksin tahap I memang menyasar pada sapi dan untuk hewan lain seperti kambing akan menyusul kemudian," jelasnya. 

Salah satu peternak sapi di pekon Sukoharum, Rikus Stianda membeberkan cara agar hewan ternaknya dapat terhindar dari wabah PMK. Salah satu cara yang diterapkan yaitu mencuci atau memandikan hewan ternak (sapi) miliknya, menjaga kebersihan kandang serta rutin memberikan vitamin. 

Ia pun berharap dengan adanya vaksinasi ini hewan-hewan ternak sapi miliknya dapat terhindar dari wabah PMK. 

"Sapi saya ada sekitar 4-5 yang divaksin hari ini dan saya berharap setelah mendaptakan vaksin ini mudah-mudahan ternak saya jauh dari PMK," harapnya. (*)