• Senin, 08 Agustus 2022

Trimulyo Satu-satunya Wakil Lambar Dalam Perlombaan Desa Tingkat Provinsi

Senin, 27 Juni 2022 - 17.22 WIB
127

Bupati Lampung Barat saat menghadiri Klarifikasi lapangan Lomba Desa atau Pekon tingkat Provinsi tahun 2022, di Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian, Senin (27/6/2022). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pekon (Desa) Trimulyo Kecamatan Gedung Surian menjadi satu-satunya yang mewakili Lampung Barat untuk mengikuti ajang lomba Pekon (Desa) tingkat Provinsi tahun 2022.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan bahwa perlombaan yang di gelar tersebut sebagai upaya mengetahui efektivitas perkembangan, kemauan, kemandirian, keberlanjutan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di suatu desa.

Ditetapkannya Desa Trimulyo sebagai satu-satunya perwakilan Lampung Barat tidak lepas dari dukungan dari seluruh lapisan masyarakat sebab bukan hal yang mudah mengikuti perlombaan tersebut.

"Karena Desa Trimulyo ini telah melalui proses penilaian dan evaluasi yang berjenjang mulai dari tingkat Kecamatan hingga Kabupaten sehingga bukan suatu hal yang mudah menggapainya tanpa ada dukungan dari masyarakatnya," jelas Parosil, Senin (27/6/2022).

Oleh sebab itu Parosil merasa bangga dan bersyukur sebab antusiasme serta peran warga masyarakat Trimulyo dalam memaksimalkan kegiatan lomba desa ini sangat tinggi sehingga bisa membawa Desa Trimulyo hingga ke tingkat Provinsi.

Ketua Tim Klarifikasi Lapangan Evaluasi Perkembangan Pekon Tingkat Provinsi Lampung Ganjar Jationo mengatakan bahwa Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 tahun 2015 tentang evaluasi Desa dan Kelurahan atau Pekon.

Menurutnya Evaluasi Perkembangan Desa dan kelurahan adalah suatu upaya penilaian tingkat penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan yang didasarkan pada Instrumen evaluasi perkembangan Desa dan kelurahan guna mengetahui efektivitas dan status perkembangan serta tahapan kemajuan Desa dan kelurahan.

Instrumen Evaluasi Perkembangan Desa dan kelurahan adalah alat ukur yang digunakan untuk menilai serta menentukan status tertentu dari capaian hasil tingkat perkembangan Desa dan kelurahan.

Dalam rangka evaluasi ada tiga bidang penilaian yaitu Bidang Pemerintahan Desa, Bidang Kewilayahan Desa dan Bidang Kemasyarakatan Desa dengan 19 aspek dan 490 indikator penilaian.

"Perlombaan Desa dan Kelurahan pada tahun 2022 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. dimana, pada tahun ini kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, dimana Pandemi Ini sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi sosial dan masyarakat di Indonesia termasuk di Provinsi Lampung," katanya.

Masa pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Desa untuk tetap melakukan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilingkungannya dengan melakukan inovasi sesuai dengan potensi yang ada di desanya masing-masing.

"Hal itu sejalan dengan Tema Lomba Desa dan Kelurahan Tahun 2022 yaitu Desa dan Kelurahan Tangguh, Ekonomi Masyarakat Tumbuh," lanjutnya.

Ganjar meminta kepada Kepala Desa beserta perangkat dapat memberikan data yang akan dijadikan bahan oleh tim penilai untuk menentukan potensi serta saran perbaikan yang harus dilaksanakan.

"Hal itu dilakukan agar proses penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat desa akan semakin berhasil guna dan berdaya guna, sebagaimana harapan Kami desa-desa di Provinsi Lampung makin Berjaya," tutupnya.

Terpisah Peratin Trimulyo Buchori menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan sebuah kebanggaan yang besar Pekon Trimulyo yang telah mewakili Kabupaten Lampung Barat pada acara Lomba Desa.

"Perlu disampaikan bahwa Pekon Trimulyo ini masuk dalam kategori lima (5) besar di Provinsi Lampung. Tentunya, prestasi ini berkat adanya sebuah dukungan serta berkat kerja keras dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Kepala Perangkat Daerah, LHP, Uspika Kecamatan dan masyarakat," katanya.

"Ini adalah mimpi kita bersama yang sudah kami bangun dan tentu mimpi ini bukan hanya mimpi kami, tetapi mimpi ini adalah mimpi kita bersama," sambungnya. (**)