• Senin, 08 Agustus 2022

Makin Pedas! Harga Cabai Merah di Pesibar Tembus Rp 120.000 per Kg

Senin, 27 Juni 2022 - 16.23 WIB
52

Pandri salah seorang pedagang cabai merah di Pasar tradisional, Kabupaten Pesisir Barat. Foto: Echa/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar tradisional di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) terus merangkak naik, diantaranya harga cabai merah yang kini menyentuh harga Rp110.000 - Rp120.000 per kilogram (Kg).

Pandri salah seorang pedagang mengungkapkan, kenaikan harga cabai yang terus melonjak karena terbatasnya stok cabai di pasaran. Ia tidak mengetahui pasti faktor terbatasnya stok cabai namun kemungkinan disebabkan oleh cuaca.

"Karena biasanya kalau musim hujan banyak cabai yang busuk, jadi hasil produksi petani menurun harus pandai mengatur waktu panen agar tidak banyak yang rusak," kata Pandri, saat dikonfirmasi, Senin (27/6/2022).

Dia juga menjelaskan, kenaikan harga terjadi pada jenis cabai merah keriting dan cabai merah besar yang menyentuh di harga Rp120.000 per Kg, sedangkan untuk cabe rawit masih berkisar di Rp60.000-80.000 per Kg.

"Sudah hampir dua minggu lah naiknya, yang drastis cabai merah besar sama cabai keriting, rawit juga naik cuma kan yang banyak di cari pembeli cabai merah besar itu, meskipun mahal pembeli tetap ada karena namanya kan kebutuhan," tutupnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi,UMKM dan Perdagangan (Koperindag) Pesisir Barat siswandi, melalui Kabid perdagangan Panji Adha mengatakan, naiknya harga cabai memang disebabkan oleh terbatasnya stok di pasaran.

"Sudah menjadi hukum pasar apabila stok terbatas tentu harga akan semakin mahal, begitu pun sebaliknya, apa lagi saat ini masuk musim penghujan banyak hasil produksi petani yang rusak sehingga berpengaruh terhadap stok di pasaran," katanya.

Selain itu, mahalnya biaya produksi lagi-lagi menjadi salah satu penyebab mahalnya harga cabai, sebab tidak bisa di pungkiri biaya akan mempengaruhi hasil yang akan di dapat nantinya.

"Namun kita sudah berkoordinasi dengan Provinsi terkait hal tersebut, dan saat ini kita tengah menunggu solusi dari Pemprov ataupun pusat untuk mengatasi permasalahan ini seperti apa kedepannya," jelasnya.

Naiknya harga cabai bukan hanya dikeluhkan oleh masyarakat umumnya, namun juga dikeluhkan oleh pedagang yang memang menjadikan cabai sebagai bahan baku dagangannya.

Sutri salah seorang pedagang nasi menjelaskan, mahalnya harga cabai berdampak terhadap keuntungannya yang berkurang hingga 15-20 persen di banding hari biasa sebelum kenaikan harga cabai terjadi.

Sebab ia lebih memilih mengurangi keuntungan dari pada mengurangi bahan baku cabai pada makanan yang di jajakannya tersebut. "Gapapa kita untung sedikit dari pada mengurangi takaran," katanya.

Ia juga mengaku lebih memilih mengutamakan kepuasan pembeli dari pada mencari keuntungan dengan mengurangi takaran yang akan berpengaruh terhadap kualitas rasa dari makanan yang ia sajikan.

"Berat sih pasti dengan harga cabai yang segitu tetapi mending kita mengurangi untung sedikit dari pada pelanggan kita enggak puas. Harapan kita agar pemerintah carikan solusi biar tidak mahal lagi harga cabai di pasar," terangnya. (*)


Video KUPAS TV : Harga Naik | Jatah Bahan Pokok Dipangkas Pemasok