• Senin, 08 Agustus 2022

Bahu-membahu Pemprov Lampung Percepat Vaksinasi PMK Hewan Ternak

Senin, 27 Juni 2022 - 16.33 WIB
61

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, saat memberi keterangan kepada wartawan. Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Lampung sebagai daerah lumbung ternak terus mempercepat proses vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak demi menangkal merebaknya virus ini, stakeholder terkait pun dirangkul diantaranya dokter hewan hingga para sarjana peternakan.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, meminta kepada para vaksinator untuk mempercepat penyuntikan vaksin kepada hewan ternak terutama sapi, mengingat kini hari raya kurban semakin dekat dan guna mengendalikan persebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di daerah setempat.

"Vaksinator harus lebih giat lagi untuk mempercepat pemberian vaksin. Karena kemarin kita di target 37 ribu dosis harus habis pada tanggal 7 Juli atau sebelum Hari Raya Idul Adha," kata dia saat dimintai keterangan, Senin (26/6/2022).

Nunik sapaan akrab Chusnunia mengungkapkan jika jumlah vaksin yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk Provinsi Lampung akan terus ditambah sesuai dengan jumlah populasi hewan ternak yang ada.

"Populasi ternak kita kurang lebih mencapai 900 ribu ekor, dan ini pemerintah pusat sudah komitmen untuk terus menambah alokasi sesuai dengan jumlah populasi yang ada," imbuhnya.

Menurut Nunik vaksinasi bagi hewan ternak yang tidak terpapar PMK tersebut harus diprioritaskan terutama untuk daerah-daerah yang sudah terkonfirmasi ada hewan ternak yang terjangkit PMK.

"Apa lagi Lampung sebagai lumbung ternak dan saat lebaran Idul Adha mengirimkan ternak ke sejumlah daerah. Maka tentunya vaksin perlu segera dilakukan agar terbentuk herd imunity," kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti mengungkapkan jika saat ini vaksin mulai didistribusikan ke kabupaten/kota dan akan segera disuntikan.

Lili menerangkan jika jumlah dokter hewan di Lampung ada 130 orang, paramedik 340 orang, petugas kesehatan inseminator 508 orang, penyuluh medik 408.

"Dalam proses vaksinasi juga nanti kita akan dibantu oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) sehingga proses vaksin bisa dipercepat," katanya. (*)

Video KUPAS TV : 47 Nasabah Bank Jadi Korban Skimming