• Kamis, 30 Juni 2022

Tegang, Warga Tagih Janji Walikota Metro Perbaiki Infrastruktur Jalan

Kamis, 23 Juni 2022 - 12.53 WIB
346

Sodri, tokoh masyarakat Karangrejo, Metro Utara saat menyampaikan kekecewaannya kepada perwakilan Pemkot Metro dalam reses Ketua Komisi I DPRD Kota Metro, Rabu (22/6/2022) malam. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Puluhan warga Kecamatan Metro Utara melontarkan protes keras kepada perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro yang hadir dalam reses Ketua Komisi I DPRD Kota Metro Fraksi PDIP, Didik Isnanto di kediamannya, Jl. Pattimura, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Rabu (22/6/2022) malam.

Dari pantauan Kupastuntas.co, puluhan tokoh masyarakat yang menjadi perwakilan warga dari Empat kelurahan di Metro Utara tersebut menagih janji perbaikan infrastruktur jalan kepada Wali dan Wakil Walikota Metro, Wahdi dan Qomaru Zaman.

Pada reses tersebut, seorang tokoh masyarakat Karangrejo, Sodri, melontarkan kekecewaannya atas tidak kunjung hadirnya pembangunan diwilayah Metro Utara.

"Sejak Wahdi ini dilantik menjadi Walikota, kami masyarakat Metro Utara khususnya Karang Rejo tidak pernah melihat gebrakan sama sekali tidak ada perhatian terhadap rakyat. Saya minta maaf inilah ungkapan hati kami. Kami minta tolong betul agar diprioritaskan betul pembangunan jalan, jangan sampai kalau kami bertindak maka Pemkot Metro harus berpikir," cetusnya saat momentum tanya jawab antara warga, Dewan dan perwakilan Pemkot.

Sodri meminta Pemkot Metro memperhatikan kepentingan umum dan tidak mempolitisasi masyarakat dengan janji-janji. Ia juga meminta Kepala Bappeda Kota Metro, Anang Risgianto untuk menyampaikan keluhan masyarakat tersebut ke Walikota Metro, Wahdi.

"Tolong pak perhatikan kepentingan umumnya, kalau bicara skala prioritas tolong diperhatikan jalan lintasan sampah itu pak. Jangan sampai ganti Walikota kami hanya menjadi korban politik, ini maaf ya pak, kami semua ini ada uneg-uneg semua, kami memang menunggu sekali yang namanya reses ini mumpung ada kepala Bappeda dan PUTR nya, jadi kami minta tolong sekali agar disampaikan ke pak Wahdi ini," bebernya.

Kegelisahan terkait kerusakan jalan juga disampaikan tokoh masyarakat Metro Utara lainnya. Supriyanto, memohon kepada Pemkot Metro untuk dapat melakukan perbaikan agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban kecelakaan akibat jalanan yang rusak.

"Saya juga mantan pegawai pemerintah, pengalaman saya dulu itu ada yang namanya anggaran pemeliharaan, tidak tahu kalau sekarang ada perubahan atau tidak. Jadi anggaran pemeliharaan itu digunakan bukan setiap tahun sekali saja, tapi jika ada jalan rusak langsung ditambal, sehingga kerusakan jalan itu tidak meluas, tapi saya perhatikan sekarang ini tidak ada jalan yang diperbaiki, apa peraturannya itu berubah saya juga tidak tahu," ungkapnya.

Hal senada diutarakan Nurul Huda, tokoh masyarakat Kelurahan Banjarsari. Ia juga menyinggung kinerja Pemkot yang hingga kini belum terlihat, bahkan menurutnya masyarakat dibuat bingung membedakan Kota Metro dan Kabupaten tetangganya dari segi infrastruktur jalan.

"Sekarang kami ini warga Metro bingung pak, mau keluar hujan sedikit becek, jalan jelek sama sekali tidak ada tindakan padahal jalan protokol. Kalau dulu orang dari Lampung Tengah dan Lampung Timur itu tanya pasti kalau sudah jalannya bagus itu berarti Metro, pokoknya kalau sudah ketemu jalan bagus itu Metro. Tapi sekarang ini kita susah membedakannya," singgungnya.

Tak hanya jalan, Nurul Huda juga menyoalkan drainase rusak yang tak kunjung diperbaiki.

"Kami warga Kota Metro minta tolonglah agar jalan-jalan yang rusak itu segera dilakukan perbaikan. Bahkan dijalan protokol saja belum pernah ada drainase," pungkasnya.

Dalam reses itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Metro, Didik Isnanto akan berusaha mendesak Pemkot untuk merealisasikan janji Walikota dalam menghadirkan jalan mulus, kelurahan terang dan bebas banjir.

"Ada 87 PR usulan pembangunan di Metro Utara untuk tahun 2023, maka kami hadirkan kepala Bappeda dan PUTR untuk mendengar langsung keluhan infrastruktur dari masyarakat agar singkron," ujarnya.

"Ini adalah program unggulan Walikota, kami hanya mendorong dan menagih janji yang mana itu sudah dicanangkan sebelum beliau jadi, dan setelah beliau di lantik juga memang programnya selain bebas banjir adalah jalan mulus," imbuhnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut juga meminta Walikota Metro, Wahdi untuk berfokus terhadap pembenahan infrastruktur dan mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial sesuai dengan aspirasi dari masyarakat.

"Kami minta Walikota Metro berfokus untuk pembenahan infrastruktur yang mana hari ini kita lihat Kota Metro terlalu parah. Sampai masyarakat melakukan gerakan timbun jalan, kalau saya jadi Walikotanya itu sudah tamparan buat saya, harusnya malu," kata Didik.

Kader PDIP asal Metro Utara tersebut juga menegaskan bahwa saat ini rakyat membutuhkan infrastruktur yang memadai. Untuk itu, DPRD bersama rakyat mendorong Walikota untuk merealisasikan janji-janjinya.

"Hari ini yang dibutuhkan rakyat adalah infrastruktur, maka kami selalu mengawal agar infrastruktur kembali bagus apalagi ini janji Walikota," tandasnya.

Diketahui, dalam reses tersebut hadir Kepala Bappeda Kota Metro, Anang Risgianto dan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Nurmanto mewakili Kepala Dinas PUTR I Gede Made Suwanda. (*)

Video KUPAS TV : Polisi Temukan Mobil Hilang, Dibawa Kabur dari Bandar Lampung ke Medan